Rabu, 22 April 2026

Berita Gresik Hari Ini

Sikap PT Angkasa Raya Steel di Gresik Soal Unjuk Rasa Pekerja Terkena PHK

PT Angkasa Raya Steel (ARS) membuka komunikasi dengan para pekerja yang unjuk rasa akibat terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli A
sugiyono
Kendaraan truk tidak bisa masuk untuk mengambil barang di dalam Pabrik PT ARS akibat ada unjuk rasa di depan pintu gerbang, Rabu (8/2/2023). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - PT Angkasa Raya Steel (ARS) membuka komunikasi dengan para pekerja yang unjuk rasa akibat terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga, perusahaan bisa segera produksi secara normal dengan satu shift, sebab produksi menurun, Rabu (8/2/2023). 


Human Resource Development (HRD) PT ARS yaitu Fajar Trisnaamijaya mengatakan, kondisi perusahaan sedang menurun produksi, sebab pesanan menurun. Dari yang awalnya 3 shift, sehingga menjadi satu shif kerja.


"Sehingga, ada PHK sebanyak 97 orang. Sudah ada 11 pekerja yang mengambil uang pesangon. Sedangkan yang lain, kita buka ruang komunikasi untuk mengambil uang pesangon," kata Fajar Trisnaamijaya, melalui telepon selulernya. 


Dari PHK tersebut, para pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik dengan membuat tenda dan menghadangkan kendaraan, sehingga menghalangi produksi dan kegiatan produksi pabrik. Bahkan, mobil yang akan keluar masuk pabrik tidak bias. 


Padahal tuntutan pada pekerja yaitu meminta dipekerjakan kembali, meminta masa kerja dimulai dari awal masuk bekerja dan meminta pesangon dua orang pekerja yang meninggal dunia akibat sakit. 


"Dari permintaan itu, kondisi perusahaan sepi pesanan, sehingga salah satu jalan hanya PHK dan kami sudah membuka komunikasi dengan para pekerja. Contohnya, yang 11 orang teman mereka sudah mengambil uang pesangon," katanya. 


Sementara, unjuk rasa selama satu bulan mulai tanggal 19 Januari 2023 sampai 19 Pebruari 2023. Selama mogok kerja, pabrik tidak bisa produksi dan kendaraan yang akan keluar masuk juga dihadang. 


"Mogok kerja juga merugikan perusahaan, seharusnya mogok kerja itu di dalam perusahaan dan tidak mengganggu produksi," imbuhnya. 


Sementara, perwakilan pekerja mengatakan, tiga tuntutan para pekerja anggota serikat pekerja FSPMI unit PT ARS yaitu tetap meminta diperkerjakan kembali, masa kerja dimulai awal masuk bekerja dan meminta tambahan uang pesangon dua orang teman yang meninggal dunia akibat sakit. 


"Kami , hanya meminta itu. Tapi, perusahaan sulit mediasi. Kemarin, dimediasi Kapolres di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, pihak perusahaan tidak hadir," kata seorang pekerja PT ARS yang enggan menyebut namanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved