Berita Malang Hari Ini

Tekan Inflasi, Disperindag Kabupaten Malang Gencarkan Operasi Pasar

Untuk menekan inflasi, Disperindag Malang menggelar operasi pasar agar harga bahan pokok yang beredar di masyarakat tidak melebihi HET

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
Warga membeli beras dalam operasi pasar di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (8/2/2023). 

SURYAMALANG.COM |MALANG - Untuk menekan inflasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar operasi pasar agar harga bahan pokok yang beredar di masyarakat tidak melebihi harga eceran tinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Operasi pasar yang digelar oleh Disperindag ini menyediakan bahan pokok berupa minyak goreng (migor) dan beras. Yakni melalui distributor Badan Urusan Logistik (Bulog).

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar dan PKL Disperindag Kabupaten Malang, Laili Aliyah mengatakan, kedua bahan pokok ini saat ini memang sedang mengalami kenaikan. 

"Dari catatan Disperindag, saat ini harga beras di pasaran memang terbilang naik," ungkap Laili. 

Dari beberapa beras yang naik di antaranya, beras bengawan dengan harga Rp 11.900 per kilogram (kg), beras mentari seharga Rp 12.400 per (kg), dan beras IR 64 seharga Rp 11.100 per kg. 

"Kami (Disperindag) setiap hari selalu survey harga di pasar-pasar. Sejauh ini, dari 24 pasar, itu rata-rata harga berasnya Rp 11.100 per kg. Nah di operasi pasar, kami jual Rp 45 ribu per 5 kg, jadi kalau dihitung per kg nya Rp 9 ribu per kg," ujar Laili.

Selain menekan harga besar, Disperindag juga menggelontorkan minyak goreng di empat pasar. Yakni Pasar Karangploso, Sumberpucung, Pakisaji dan Kepanjen. 

"Untuk tiga pasar yang awal kita datangkan minyak goreng dengan menggandeng distributor. Dengan kapasitas mencapai 15 ton setiap operasi pasar. Lalu untuk di Pasar Kepanjen tadi, kita juga menggandeng Bulog," imbuhnya. 

Selain pasar di atas, Disperindag juga akan melakukan operasi pasar di Pasar Lawang, Pasar Pujon, Pasar Tumpang, Pasar Bululawang, Pasar Turen dan Pasar Dampit. 

"Sampai sejauh ini, berjalan dengan masif sehingga masyarakat bisa memperoleh minyak dan beras bisa dengan terjangkau. Setidaknya bisa memyikapi kabar harga beras dan minyak yang naik karena langka. Utamanya dalam mengendalikan inflasi," ujar Laili.(isn)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved