Lirik Sholawat

Lirik Sholawat Munjiyat Lengkap Tulisan Latin, Keutamaannya Bisa Untuk Terbebas dari Kesulitan

Makna Sholawat Munjiyat mengharapkan pertolongan Allah SWT melalui doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
Tribunnews
Lirik sholawat Munjiyat 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut ini bacaan lirik sholawat Munjiyat dengan tulisan arab dan latin.

Lirik sholawat Munjiyat ini viral di media sosial dengan tagar Lirik Sholawat.

Di akhir ulasan, Anda juga dapat menyimak terjemahan lirik sholawat Munjiyat dalam tulisan Bahasa Indonesia.

Arti sholawat Munjiyat adalah Sholawat Penyelamat.

Makna sholawat Munjiyat mengharapkan pertolongan Allah SWT melalui doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari buku Rahasia Sehat Berkah Sholawat, bacaan Sholawat berasal dari ulama sufi.

Adapun keutamaan membaca sholawat Munjiyat yaitu sama seperti maknanya, dapat terbebas dari kesulitan.

Berikut Bacaan Sholawat Munjiyat selengkapnya melansir Surya.co.id.

Lirik Sholawat Munjiyat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ ، مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati."

Sejarah dan Keutamaannya

Diwayatkan Ibn al-Fakihani, suatu ketika Syaikh Shalih Musa Adh-Dharir, seorang ulama sufi dari tariqat Asy-Syadzili sedang melakukan perjalanan laut dengan sebuah kapal yang cukup besar.

Namun, saat berada di tengah-tengah perjalanan, muncul badai sehingga kapal terombang-ambing.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved