Berita Malang Hari Ini
Kelurahan Mergosono dan Kota Lama di Kota Malang Jadi Prioritas Program Kotaku
Pemkot Malang telah ajukan usulan prioritas terhadap 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Kota Lama dan Mergosono melalui Program Kotaku ke Kementerian PUPR
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang memprioritaskan daerah Kota Lama dan Mergosono menjadi kawasan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).
Dalam kesempatan dialog warga di Balai RW 7 Kelurahan Kota Lama, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan upaya Pemkot Malang mengentaskan pemukiman kumuh yang ada di Kota Malang.
Dikatakan Sutiaji, Pemkot Malang telah mengajukan usulan prioritas terhadap dua Kelurahan yaitu Kelurahan Kota Lama dan Mergosono melalui Program Kotaku kepada Kementerian PUPR RI.
Baca juga: Dishub Kota Malang Pastikan Belum Ada Rencana Penambahan Jalur Satu Arah Lagi
Sutiaji mengatakan proses usulan tersebut sudah berjalan dan merupakan prioritas.
Sutiaji menegaskan, upaya tersebut menjadi bagian dari rencana menjadikan Kota Malang yang layak huni dengan terus mengurangi pemukiman kumuh.
"Usulan sudah proses, ada dua kelurahan yang kami usulkan, Mergosono dan Kota Lama. Harapannya nanti semua wilayah di Kota Malang sudah tidak ada lagi pemukiman kumuh, bisa menambah nilai Kota Malang sebagai tujuan wisata,” ujarnya.
Sutiaji telah mengunjungi Kelurahan Mergosono dan Kota Lama.
Di sana, Sutiaji berdialog dengan perwakilan masyarakat di antaranya LPMK, RT/RW, petugas sosial masyarakat dan elemen lain.
Berbagai macam aspirasi dan uneg-uneg warga disampaikan pada dialog tersebut.
Baca juga: Gado-Gado Kayutangan Pak Munib di Kota Malang, Kisah Kuliner Sejak Tahun 1989 Miliki Pelanggan Loyal
Permasalahan kesehatan, infrastruktur, ketersediaan lahan untuk pemakaman dan sampah menjadi titik berat permasalahan di dua wilayah kelurahan itu.
“Tentu inilah yang kami maksud. Sambang warga ini ditangkap dengan baik oleh masyarakat. Semakin proaktif, maka kami tahu bahwa banyak pekerjaan rumah. Saya perlu pendekatan yang seperti ini maka komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat menjadi lancar,” terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sutiaji juga bicara tentang masalah stunting.
Ia meminta kerjasama Dinas Kesehatan dan masyarakat diperkuat karena masalah stunting ini juga bagian dari prioritas.
"Ada masalah stunting dan penyediaan layanan posyandu yang layak. Stunting ini kan cross cutting dan lekat kaitannya dengan posyandu. Segera Dinkes ditindaklanjuti, diberikan sosialisasi yang intensif, tambahan makanan untuk kebutuhan gizi juga,” terang Sutiaji.
Sutiaji mengatakan, di akhir periode kepemimpinannya, dirinya bersama jajarannya termotivasi untuk terus melakukan percepatan di semua aspek.
Ia mengupayakan program-program yang belum selesai bisa terlaksana segera.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.