Bulog Jamin Ketersediaan Beras Kemasan 5 Kg, Pasok 1.000 Ton Beras ke Transmart
Perum Bulog menjamin ketersediaan beras kemasan 5 kilogram (Kg) di seluruh Transmart sampai akhir tahun ini.
Bulog akan menggunakan beras impor tersebut untuk beberapa keperluan, seperti operasi pasar.
Sampai sekarang penggunaan beras impor untuk operasi pasar baru mencapai 230.000 ton.
Menurutnya, penyaluran beras impor akan dilakukan ke pasar-pasar induk beras sampai ritel modern secara bertahap.
"Sekarang tinggal penyaluran saja. Penyaluranya jalan terus, dan tidak ada yang terhambat," ucap Buwas.
Pemerintah memperbolehkan Bulog membeli beras sesuai harga pasar untuk pemenuhan CBP.
Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengatakan kebijakan ini agar Bulog dapat bersaing dengan swasta dalam penyerapan beras.
"Jadi kalau patokan harga yang ditentukan sebesar Rp 9.000/kg, sekarang Bulog bisa membeli sebesar Rp 11.000/Kg," kata Zulkifli Hasan.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyebutkan kebijakan ini agar Bulog dapat bersaing dengan pihak swasta. Sebab, jika tidak diatur demikian, Bulog tidak akan dapat memiliki CBP.
Meskipun harga beli tinggi, Bulog tetap harus menjual sesuai harga acuan tertinggi (HET).
Jadi, petani tidak merasa dirugikan, dan konsumen tetap mendapat beras dengan harga terjangkau.
"Aturannya sudah diubah. Kalau aturan tidak diubah, Bulog tidak bisa menyerap CBP. Jadi kalau ada jual Rp 10.000/Kg di pasar, Bulog bisa membeli dengan harga lebih tapi jualnya ke masyarakat tetap," kata Zulhas.
Pemerintah membuka opsi untuk mengimpor 500.000 ton beras lagi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Impor ini untuk memastikan ketersediaan beras dan menstabilkan harga.
"Kami memutuskan, kapanpun dibutuhkan, kami akan akan memasukkan lagi 500.000 beras impor. Seharusnya stok Bulog sebanyak 1,2 juta tom, sekarang tinggal 300.000 tim," kata Zulhas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Bazar-Pangan-Murah-di-Balai-Desa-Sumberejo-Kulon-Kecamatan-Ngunut-Tulungagung.jpg)