Berita Malang Hari Ini
Kisah Sukses Sambal Mamani dari Kota Malang Tembus Pasar Jepang dan Amerika
Sambal Mamani memiliki 23 varian rasa. Mulai dari produk bawang merah super pedas, asem teri pedas, balado jengkol, ikan asap gurih pedas, dll.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
Sambal Mamani telah memiliki 23 varian rasa. Mulai dari produk bawang merah super pedas, asem teri pedas, balado jengkol, ikan asap gurih pedas,oseng tuna asap pedas.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Heni Wardani, memetik keuntungan berlipat ganda setelah dirinya berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Pemkot Malang untuk memproduksi sambal dengan merk Mamani.
Kerjasama itu mengantarkan progres bisnisnya meningkat dari bulan ke bulan. Meski kondisi harga cabai di pasaran sangat fluktuatif namun dirinya mampu memproduksi sambal hingga 2000 botol per pekan dari 100 kilogram cabai yang diperoleh.
Heni telah menjadi bagian dari program pembinaan Diskopindag sejak 2017 silam. Awalnya, ia mendapatkan kepastian legalitas atas produk yang ia keluarkan. Produk itu juga mendapatkan uji nutrisi.
“Sekarang masuk di Malpro yang dikembangkan Pemkot, itu juga membantu penjualan online, apalagi sasarannya ASN,”ungkap Heni.
Selain itu, produsen Sambal Mamani juga mendapat pelatihan dari pihak Diskopindag. Bahkan pihak Diskopindag mempertemukan dengan pihak pembeli baik langsung atau tidak langsung.
Banyak hal yang dipelajari Heni. Menurutnya, untuk bisa mengembangkan bisnis, pelaku UMKM perlu belajar bagaimana negosiasi bussiness to bussiness. Peluang kerjasama sesama pebisnis memungkinkan meningkatkan jaringan pemasaran dan pembeli.
“Kami juga mendapatkan bimbingan teknis tentang bussiness to bussiness. Akhirnya kami punya mitra dan bisa memasarkan produk ke toko-toko,” tambah Heni.
Heni mengungkapkan, dirinya mulai merambah kerjasama dengan beberapa kampus di Kota Malang. Melalui Genpro dan UB, ia dapat teman-teman dan alat produksi baru juga.
“Setiap UKM diberi pendamping, dikasih tahu cara pemasaran online. Cara menghitung laporan keuangan juga, kami juga diajak pameran,” tambah Heni.
Bahkan saat ini, produk sambalnya dilirik oleh konsumen dari luar negeri. Heni mengatakan bahwa produknya mampu menembus konsumen luar negeri karena kualitas citarasa yang ia jaga. Tak tanggung-tanggung, Sambal Mamani mampu menjangkau Malaysia, Hong Kong, Jepang, Turki, Inggris hingga Amerika Serikat.
“Kalau Jepang, Amerika kebanyakan orang Indonesia yang bawa kesana,” ungkap Heni.
Sambal Mamani telah memiliki 23 varian rasa. Mulai dari produk bawang merah super pedas, asem teri pedas, balado jengkol, ikan asap gurih pedas,oseng tuna asap pedas dan masih banyak varian lainnya. Ke depan ia menargetkan mampu menembus pasar jazirah Arab, terutama Arab Saudi.
SURYA/BENNI INDO
Heni wardani menunjukan produk Sambal Mamani yang telah memiliki 23 varian rasa. Mulai dari produk bawang merah super pedas, asem teri pedas, balado jengkol, ikan asap gurih pedas,oseng tuna asap pedas dan masih banyak varian lainnya. Ke depan ia menargetkan mampu menembus pasar jazirah Arab, terutama Arab Saudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Heni-wardani-Sambal-Mamani-pedas-asem-teri-pedas-balado.jpg)