Kamis, 9 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Sandiaga Uno Resmikan Malang Health Tourism

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno, meresmikan Malang Health Tourism di Kota Malang, Minggu (16/4/2023).

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno meresmikan Malang Health Tourism, Minggu (16/4/2023). 

SURYAMALANG.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno, meresmikan Malang Health Tourism di Kota Malang, Minggu (16/4/2023).

Peresmian ini sekaligus menandakan wilayah Malang Raya sebagai kawasan health tourism keempat di Indonesia. Tiga tempat yang lain ada di Sumatera Utara, Bali dan Sulawesi Utara.

Salah satu tujuan atas kehadiran Malang Health Tourism ini bisa menghentikan kebiasaan warga Indonesia berobat ke luar negeri.

Sandiaga Uno menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, ada Rp 161 triliun uang warga Indonesia yang mengalir ke luar negeri untuk berobat. Malaysia menjadi negara yang paling banyak dituju. Persentasenya mencapai 80 persen.

"Di Malaysia, pasien dilayani dengan baik bahkan rela menjemput langsung pasien ke Indonesia. Kita juga bisa seperti itu melalui Malang Helath Tourism," ujar Sandiaga Uno.

Malang Health Tourism diharapkan bisa mendorong pelaku industri kesehatan dan pariwisata di Malang Raya menangkap peluang yang ada.

Sandiaga Uno meyakini, perpaduan layanan industri kesehatan dan pariwisata di Malang Raya bisa mewujudkan hal itu.

"Malang memiliki komposisinya," terang Sandiaga Uno.

Dia berharap, pihak-pihak yang tergabung dalam Malang Health Tourism dapat fokus untuk menarik pasar dari masyarakat Indonesia terlebih dahulu.

Setelah sukses dikembangkan, kemudian bisa berbalik, menarik orang-orang luar negeri bisa mendapat layanan kesehatan di Indonesia.

Sandiaga mengatakan, layanan wisata kesehatan dinilai mampu memberi sumbangan peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Namun, untuk menyukseskan hal itu baik pelaku industri kesehatan dan pariwisata harus melakukan penguatan kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah.

"Sehingga tercipta terbuka peluang usaha, terciptanya lapangan kerja. Ini bagian dari terciptanya 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024. Tetapi industri kesehatan dan pariwisata tidak bisa instan, harus totalitas menyiapkan segala aspek," katanya.

Ketua Umum Malang Health Tourism, Ardantya Syahreza mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program kegiatan Malang Health Tourism.

Saat ini sudah ada enam rumah sakit (RS) di Kota Malang tengah diajak berkolaborasi. Diantaranya, RS Persada Hospital, RSU Muhammadiyah Malang, RS Lavalatte, RS Hermina, RS Panti Nirmala dan RS Panti Waluya. Masing-masing RS memiliki layanan unggulan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved