Berita Batu

Nikmatnya Kopi Siman Khas Kota Batu, Beraroma Buah Apel dan Jeruk

Kopi Siman menjadi kopi Kota Batu yang diyakini akan mendapat tempat tersendiri dihati para pecinta kopi.

Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
dok.ist
Aries Agung Paewai saat ke kebun Kopi Siman 

SURYAMALANG.COM|BATU - Kopi Siman menjadi salah satu kopi Kota Batu yang diyakini akan mendapat tempat tersendiri dihati para pecinta kopi.

Apalagi saat ini eksistensi kopi di kalangan anak muda semakin tinggi. Tidak hanya orang tua saja yang hobi ngopi, sekarang banyak kedai kopi yang bermunculan di Malang Raya, khususnya Kota Batu. 

Selain kopi Siman merupakan kopi yang dipanen asli dari Desa Bulukerto Kota Batu, kopi Siman juga memiliki aroma yang beda dari yang lain. 

Menurut Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai yang pernah mencicipi langsung kopi Siman di perkebunan tempat kopi Siman diproduksi, kopi Siman dinilai layak untuk menjadi salah satu produk khas Kota Batu yang bernilai jual tinggi.

"Sudah saya coba sendiri. Saya coba yang Arabica Komastikopi ini memiliki aroma buah apel dan jeruk. Tidak kalah jika dibandingkan dengan kopi dari daerah lainnya," kata Aries Agung Paewai, Jumat (19/5/2023).

Ke depan, untuk meningkatkan potensi perekonomian petani kopi Kota Batu, Aries Agung Paewai ingin produk ini masuk ke hotel dan resto di Kota Batu.

Sementara itu, menurut Pemilik kebun kopi Siman, Oktavian Dwi Suhermanto, aroma apel dan jeruk yang ada dalam kopi Siman Arabica Komastikopi produksinya berasal dari tanaman sekitarnya.

"Jadi untuk jenis kopi Siman Arabica Komastikopi ini kami tanam sejak tahun 2020 dengan sistem tumpang sari, yang berdampingan dengan tanaman apel dan jeruk," jelas Oktavian Dwi Suhermanto.

Karena pohon kopi bersebelahan dengan pohon apel dan jeruk, sehingga biji kopi menyerap aroma tanaman disekitarnya, sehingga menghasilkan aroma apel dan jeruk saat dipanen. Ditambah dengan kondisi ketinggian Desa Bulukerto, maka kopi Siman dinilai sangat cocok jika dikembangkan di area yang lebih luas.

Dari proses hulu hingga hilir dengan luas lahan mencapai 1/4 hektar, Herman sapaan akrabnya mampu menghasilkan hingga 200 kilogram dalam sekali panen. Setelah dipanen, kopi langsung diproduksi melalui tahapan disangrai, digiling dan dikemas.(myu)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved