Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Simulasi Penanganan Kebakaran di UM, Ada Staf yang Tak Mau Diajak Turun

Perusahaan atau lembaga perlu menggelar simulasi penanganan bencana, termasuk kebakaran.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
sylvianita widyawati
Suasana simulasi evakuasi bencana kebakaran di Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (19/5/2023). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Perusahaan atau lembaga perlu menggelar simulasi penanganan bencana, termasuk kebakaran.

Simulasi ini untuk meminimalisir jumlah korban akibat bencana.

Universitas Negeri Malang (UM) menggelar simulasi penanganan kebakaran pada Jumat (19/5) siang.

Simulasi ini melibatkan mahasiswa yang berperan sebagai observer, master escavator, dan evakuator.

Saat simulasi, tiba-tiba alarm di gedung Rektorat UM berbunyi. Penghuni gedung berlantai 9 itu langsung menuju tangga darurat, kemudian turun ke lantai 1.

Kemudian para staf menuju ke titik kumpul di halaman samping gedung Rektorat. Ada sejumlah petugas dan mobil ambulan di halaman tersebut.

Tapi, ada pula staf yang langsung berlari menuju lantai 1. "Sebagai evakuator, seharusnya saya memimpin para staf. Ternyata para staf sudah berlari. Bahkan ada staf yang sudah berada di lantai 1," kata mahasiswa bernama Neysa kepada SURYAMALANG.COM.

Neysa sempat melihat ke sejumlah ruang di setiap lantai. Ternyata mayoritas ruang sudah dalam kondisi kosong. Padahal seharusnya para staf tidak langsung turun ke lantai 1, tapi menunggu evakuator.

"Para staf berpencar sendiri-sendiri. Jadi saya belum bisa memperkirakan jumlah staf, atau mereka sudah terevakuasi atau belum," kata Neysa.

Mahasiswa lain, Muthia mengatakan menilai ada staf yang kurang sadar dalam penanganan bencana.

Saat simulasi, ada staf yang tidak mau diajak turun ke lantai 1.

"Kalau benar-benar ada kebakaran, tidak boleh seperti itu. Masak ada suara alarm, tapi diam saja," kata Muthia.

Kepala Tim K3 UM, Prof Dr Ir Djoko Kustono MPd mengatakan simulasi ini untuk memberi pemahaman kepada penghuni gedung bila ada bencana.

"Dengan simulasi seperti ini, penghuni akan tahu bagaimana bertindak, lari ke mana, rutenya bagaimana, dan mengarah ke mana," kata Djoko.

Simulasi juga akan dilakukan di gedung bertingkat lain di UM. Saat ini gedung di UM cenderung bertingkat lebih dari empat, terutama pada bangunan baru.

Djoko menyebutkan pihaknya selalu konsultasi dengan ahli dalam pembangunan gedung baru.

Selain itu, gedung baru juga dilengkapi dengan fire hidrant, springkle, fire detector, alat pemadam kebakaran, ruang kendali, dan sebagainya.

"Untuk mengecek alat itu berfungsi atau tidak, UM ada safety patrol yang melibatkan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved