Berita Malang Hari Ini
Realistis, SDN Kauman 3 Hanya Terima Satu Rombel, SDN Bunulrejo 3 Kurang 33 Siswa Baru
Sebanyak 58 SDN di Kota Malang terdata masih belum bisa memenuhi rombongan belajarnya (rombel) saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG-Sebanyak 58 SDN di Kota Malang terdata masih belum bisa memenuhi rombongan belajarnya (rombel) saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang masih membuka PPDB offline agar pagu di tiap SDN itu terpenuhi sampai saat masuk tahun ajaran baru 2023/2024. Terbanyak kekurangan siswa ada di SDN di Kecamatan Blimbing ada 23 SDN.
Sedang di SDN Kauman 3 memilih realistis tidak menambah kelas. Sampai saat ini sudah mendapat 27 siswa kelas 1 dari penjaringan online dan offline. "Saat pendataan K3S (Kelompok Kerja Sekolah memang SDN Kauman 3 membuka dua kelas untuk kelas 1. Sebab yang akan keluar dari kelas 6 ada dua kelas. Logikanya, keluar dua kelas, ya masuk dua kelas," jawab Musito, Kepala SDN Kauman 3 pada suryamalang.com saat ditemui di sekolahnya.
Tapi sampai saat ini sudah tidak ada calon peserta didik baru yang mendaftar. Ia mengatakan, biasanya pendaftaran offline atau membeludak setelah pengumuman PPDB online. "Dari guru dan ruang sebenarnya siap. Tapi kalau sudah tidak ada yang mendaftar ya kami buka satu kelas saja," jawabnya. Sesuai regulasi, dalam satu kelas berisi 28 siswa. Menurutnya, sekolahnya dikepung banyak pilihan sekolah. Baik dari SDN dan SD swasta. "Yang memilih masyarakat," jawab dia.
Meski sekolahnya berada di dalam kampung padat, namun orangtua bebas memilih mendaftarkan anaknya kemana saja yang terdekat rumahnya. Sebab zonasi mencapai 80 persen. "Di sekitar SD ini banyak SDN dan SD swasta. Juga ada MI. Tapi sejak dua tahun terakhir, kami memang hanya mendapat satu kelas untuk kelas 1," jawab dia. Hal serupa juga terjadi di SDN Bunulrejo 3 Malang. Menurut Noenoek Wahjoeni, Kepala SDN Bunulrejo 3, sekolahnya masih kurang 33 siswa.
"Saat PPDB online ditutup itu dapat 19 siswa. Lalu offline dari inklusi dapat dua siswa. Jadi dapat 21 siswa. Lalu selama dua hari, dapat tambahan dua siswa. Jadi kami sudah dapat siswa kelas 1 ada 23. Dan kekurangan 33 jika untuk dua kelas," jawab Noenoek pada suryamalang.com saat ditemui di sekolahnya. Untuk itu, upaya sekolah adalah menunggu pendaftar di sekolah.
"Kami juga menyebarkan informasi ke paguyupan kelas. Barangkali ada saudara, tetangga yang masih belum mendapatkan sekolah, bisa mendaftar kesini karena masih buka," jawabnya. Bahkan sekolah masih memasang banner informasi PPDB di depan sekolah. "Belum kita cabut bannernya," jawab Noenoek. Dikatakannya, pagu kelas 1 memang dua rombel. Pengalaman pada PPDB tahun lalu juga seperti ini.
Namun masih bisa mendapatkan 35 siswa dan kemudian dibagi dalam dua kelas. "Tapi kalau tahun ini tak terpenuhi, ya kami buka satu kelas saja," jawabnya. Menurut Noenoek, ia masih ada optimisme bisa memenuhi dua kelas. Ia juga menjelaskan tentang banyaknya sekolah di kawasan Bunulrejo. Semua berdekatan. Di Bunulrejo 3 dulu adalah hasil SD regrouping.
"Di sini ada SDN Bunulrejo 2 dekat Bunulrejo 2. Bunulrejo 3 dekat Bunulrejo 6. Bunulrejo 1 dan 4 berjauhan. Juga ada SDN Purwantoro 5," jelasnya. Dan masyarakat, lanjutnya, masih melihat ke SDN favorit. "Selama saya menjabat 1,5 tahun ini, saya berusaha melibatkan kegiatan dengan walinurid sehingga mereka memiliki kepercayaan pada sekolah," jawabnya.
Di sekolahnya, kelas 6 ada dua rombel atau 56 siswa. Sedang kelas 2 dan 3 hanya satu rombel. Jumlah SDN di Kota Malang sekitar 190 an lembaga. Jumlah kekurangan siswa di tiap SDN beragam.
SDN di Kota Malang
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Penerimaan Peserta Didik Baru
jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.