Senin, 27 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Melalui Teknologi, Peternak Ayam Kampung Bisa Eksis dan Memiliki Daya Saing Pasar

Untuk mengembangkan peternakan ayam kampung semakin eksis dan memiliki daya saing pasar, tentunya harus ada sentuhan teknologi.

Editor: Yuli A
kukuh kurniawan
Tangkapan layar (screenshot) podcast YouTube Surya Malang Cakap Sana Cakap Sini antara wartawan SURYAMALANG.COM, Septyana Eka dengan Ketua Umum Komunitas Peternak Ayam Kampung Malang Raya (KOMPAK), Fibra Yohano Putra. 

Fibra Yohano Putra : Jadi, aplikasi yang dikembangkan ini ke depannya mampu mengawasi kondisi situasi kandang. Mulai dari pengawasan dan pemantauan suhu, memantau kelembapan kandang. Ke depannya, akan kami integrasikan dengan kamera CCTV, dan itu semuanya bisa dipantau melalui handphone.

Septyana Eka: Bisa dijelaskan, perbandingannya antara menggunakan cara modern dengan teknologi dan cara tradisional. Apakah ada pengaruhnya secara signifikan?

Fibra Yohano Putra : Yang signifikan paling berpengaruh adalah pemasaran. Karena dengan cara modern, ayam kampung sudah bisa panen (dijual) di usia 60 hari atau dua bulan.

Jadi di KOMPAK ini, ayam-ayam kampung diberikan makanan dan nutrisi yang cukup. Dan di usia tersebut, ayam-ayam kampung kami sudah memiliki bobot 8 ons sampai dengan 1 kilogram.

Tentunya, hal itu berpengaruh terhadap kualitas daging ayam kampung. Dan di KOMPAK ini, daging ayam kampung yang dihasilkan memiliki tekstur yang empuk.

Selain itu, tentunya juga berpengaruh terhadap perputaran keuntungan yang dihasilkan. Contoh, ternak ayam kampung dengan jumlah 100 ekor membutuhkan modal paling tinggi Rp 2,5 juta.

Dengan rentang waktu dua bulan panen, dan harga jual ayam kampung saat ini berkisar Rp 39 ribu per kilogram. Maka bisa menghasilkan Rp 3,9 juta belum dipotong dengan modal. Itu keuntungan skala kecil, kalau dikembangkan berkali-kali lipat, tentu (keuntungan) akan makin banyak.

Septyana Eka: Lalu, dari sisi pemerintah daerah, apakah mendukung dengan adanya komunitas KOMPAK ini?

Fibra Yohano Putra : Beberapa hari lalu, kami menggelar kopdar di Gedung MCC Kota Malang. Dan dalam kopdar tersebut, kami mengundang narasumber dari unsur pemerintah.

Dan narasumber pemerintah itu melihat, bahwa komunitas kami sangat potensial untuk dikembangkan. Sehingga bisa dikatakan, secara moril didukung.

Septyana Eka: Terakhir, apakah KOMPAK fokus di Malang Raya, ataukah ada rencana untuk ke daerah-daerah lainnya?

Fibra Yohano Putra : Insyallah, kami akan melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Dan apabila ada masyarakat yang masih penasaran, bisa lihat di media sosial Instagram kami di @kompakmalang.id.

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved