Sabtu, 2 Mei 2026

Kesehatan

WAWANCARA EKSKLUSIF Dr Yoyok Bekti Prasetyo: Mereka Harus Pandai Menyaring Informasi

Kaum muda dianggap bisa melakukan apa saja karena belum memiliki tanggung jawab pada keluarga, sosial, dan sebagainya.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Banyak anggapan hidup kaum muda tanpa beban dan tanpa pikiran.

Kaum muda dianggap bisa melakukan apa saja karena belum memiliki tanggung jawab pada keluarga, sosial, dan sebagainya.

Ternyata generasi Z yang masuk kategori kaum muda juga memiliki beban. Bahkan kesehatan mental generasi kelahiran tahun 1997 sampai 2012 tersebut sangat rentan.

Berikut ini wawancara eksklusif wartawan SURYAMALANG.COM, Septyana Eka dengan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Yoyok Bekti Prasetyo MKep Sp Kom. Wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.

Gen Z itu rawan mengalami masalah kesehatan mental ya, karena mereka menghadapi tugas sekolah, kuliah, pekerjaan, dan sebagainya?

Dari segi umur, gen Z ada pada masa transisi ke dewasa awal. Kesehatan mental yang baik adalah ketika individu mampu beradaptasi, dan senang secara kejiwaannya.

Jika mampu melakukan itu, maka dia bisa merelease atau mengurangi stres yang diterimanya. Mereka memiliki mekanisme konstruktif yang baik. Sehingga stres yang dialami bisa dikendalikan. Itu yang disebut kesehatan mental.

Dengan mental yang baik, maka bisa produktif dan bisa adaptasi. Sehingga bisa melakukan aktifitas sehari-hati meski dalam tekanan luar biasa.

Seberapa penting kesehatan mental bagi generasi Z itu?

Sangat penting, karena mereka dalam masa transisi dewasa awal. Masa itu adalah masa mencari jati diri, cara mengambil keputusan dalam kariernya, dan cita-cita yang ingin diraih.

Di masa itu, mereka harus memilih yang benar. Apalagi godaan besar di generasi ini adalah teknologi.

Ini yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya. Anak-anak sekarang itu lebih cepat dan mudah mendapatkan informasi. Tapi mereka harus pandai menyaring informasi untuk kesehatan mental mereka.

Apa generasi sebelumnya menganggap tabu dalam membahas kesehatan mental?

Ya. Kenyataannya lebih banyak membahas kesehatan fisik, misalnya soal penyakit diabetes mellitus

(DM) atau yang dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula yang banyak di Indonesia.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved