Rabu, 29 April 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Para TKI Terjerumus Jadi Scammer di Thailand, Otaknya Penjahat dari Tiongkok

"Saya dipekerjakan scammer. Penipu. Investasi. Cara menipu secara online. Iya orang Indonesia juga (targetnya). Saya disuruh menipu."

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
luhur pambudi
SCAMMER - M Nur Ilyas korban dari aksi sindikat perdagangan orang bermodus penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan negara tujuan Thailand, yang berhasil dipulangkan oleh Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jatim 

"Saya dipekerjakan scammer. Penipu. Investasi. Cara menipu secara online. Iya orang Indonesia juga (targetnya). Saya disuruh menipu sebanyak-banyaknya," katanya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - M Nur Ilyas (22) asal Banyuwangi, Jatim menjadi satu di antara enam orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang dipekerjakan oleh empat orang sindikat penyalur kerja ke Thailand yang berhasil ditangkap Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jatim. 

Kepada awak media, ia mengaku diajak bekerja oleh salah seorang tersangka yang merupakan tetangganya dan beperan sebagai agen penyalur calon TKI di kampung tempat tinggal Kabupaten Banyuwangi, Jatim. 

Dia dijanjikan bekerja di gedung perkantoran dengan fasilitas komputer selama bekerja. Oleh karena itu, ia akhirnya berminat dengan tawaran tersebut. 


Namun, ternyata proses pemberangkatan ke Thailand yang dijanjikan oleh tersangka tidak murah. Ilyas dimintai uang biaya administrasi sekitar Rp10,5 juta. 


Namun, uang tersebut baginya sepadan jika dibandingkan dengan upah kerja bulanan yang dijanjikan oleh  atau si tetangganya itu, yakni sekitar Rp12-22 Juta. 


"Saya bertemu langsung. Cuma katanya kerja di depan komputer dan gajinya besar. Rumahnya agen. Masih satu kampung. Pak Kholil, iya ada di sini. Saya enggak tahu (agen itu resmi atau tidak). Masalahnya, saya kerja di sana baru sekali," ujarnya dalam konferensi pers di Ruang Rupatama Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Senin (26/6/2023). 


Ternyata, setibanya di Thailand, Ilyas dan para teman-temannya dipekerjakan sebagai penipu melalui bisnis aplikasi investasi dengan target korban warga Indonesia.


"Saya dipekerjakan scammer. Penipu. Investasi. Cara menipu secara online. Iya orang Indonesia juga (targetnya). Saya disuruh menipu sebanyak-banyaknya," katanya. 

Baca juga: Penjahat dari Tiongkok Ajak TKI ke Thailand untuk Memeras WNI Lewat Aplikasi Investasi

Selain itu, dirinya juga tidak digaji dengan nominal upah yang dijanjikan sejak awal. Dan parahnya, selama bekerja Ilyas selalu mengalami siksaan dan intimidasi berbalut ancaman pembunuhan, jika bekerja tidak sesuai target. 


"Kalau nggak target, didenda Bath (bayar uang denda). (Diancam bunuh dan dipukul). Ancam denda ada, saya juga dipaksa iya itu dipukul, sama ancaman-ancaman," pungkasnya. 


Selain Ilyas, TKW Ilegal Thailand yang berhasil dipulangkan Polda Jatim, Zulfa Ramdhani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto beserta jajarannya dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.


Pasalnya, mereka berhasil dipulangkan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat walafiat. 


"Terima kasih Bapak Presiden Jokowi, ibu Khofifah dan Kapolda Jatim atas bantuan kepada kami yang sangat luar biasa yang telah memberikan keadilan dan membawa kasus atau pelajaran yang kami alami sampai selesai dan tuntas," ujar Zulfa. 


Agar pengalamannya tidak menimpa masyarakat lainnya. Zulfa mengimbau agar masyarakat tidak mudah terbujuk rayu dengan kemudahan bekerja di luar negeri. 

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved