Minggu, 12 April 2026

Ibadah Haji 2023

Aktivitas Jamaah Haji ke Jamarat Mina Mulai Melandai

Jamaah haji Indonesia melanjutkan lempar jumrah ula, wusth, aqobah di jamarat Mina pada hari kedua yakni 11 Dzulhijjah (29/6/2023).

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yuli A
galih lintartika
Jamaah haji Indonesia melanjutkan lempar jumrah ula, wusth, aqobah di jamarat Mina pada hari kedua yakni 11 Dzulhijjah (29/6/2023) setelah melakukan aqobah pada 10 Dzulhijjah (28/6/2023). Meski demikian tingkat kepadatan sedikit mereda dibanding hari pertama. Pemerintah mencatat masih banyak jamaah Indonesia yang  tersasar sepulang dari jamarat.  

Jamaah haji di Mina harus menempuh perjalanan panjang saat lempar jumrah ke jamarat. Dari tenda pemondokan ke mulut terowongan jaraknya bervariasi 500 meter (m) hingga 1,5 km. Sementara panjang terowongan sekitar 2 km atau pulang pergi 4 km. 

SURYAMALANG.COM, MAKKAH - Jamaah haji Indonesia melanjutkan lempar jumrah ula, wusth, aqobah di jamarat Mina pada hari kedua yakni 11 Dzulhijjah (29/6/2023) setelah melakukan aqobah pada 10 Dzulhijjah (28/6/2023). 


Meski demikian tingkat kepadatan sedikit mereda dibanding hari pertama. Pemerintah mencatat masih banyak jamaah Indonesia yang  tersasar sepulang dari jamarat. 


Kasi Layanan Lansia Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arief Nurawi mengakui, prosesi lempar jumrah pada hari tasrik sudah longgar tidak padat seperti saat jumrah aqobah.


"Iya sudah longgar, puncaknya memang pas jumrah Aqobah," kata dia di Mina, Kamis (29/6/2023). 


Menurut Arief, hal itu terjadi karena banyak jamaah haji setelah melaksanakan jumrah aqobah langsung melakukan tawaf iffadah, sai kemudian tahalul dan kembali ke hotel masing-masing untuk beristirahat. 


Selain itu, ada juga jamaah yang memang masih kelelahan setelah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji.


Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Arafah Muzdalifah Mina (Armina) Kolonel (Laut) Harun Ar Rasyid mengatakan keberadaan jamaah Indonesia yang berangkat maupun kembali dari arah jamarot kebanyakan tidak tahu arah tenda. 


Dia mengatakan PPIH Arab Saudi berupaya membantu segala permasalahan yang dialami  jamaah untuk diberikan solusi. 


"Apalagi saat ini begitu datang jamaah dari Arafah kemudian Muzdalifah lalu datang ke Mina. Ketika kembali dari Jamarat para petugas akan membantu mencarikan jalan ke arah tenda," kata dia. 


Harun mengatakan jamaah haji di Mina harus menempuh perjalanan panjang saat lempar jumrah ke jamarat. Dari tenda pemondokan ke mulut terowongan jaraknya bervariasi 500 meter (m) hingga 1,5 km. Sementara panjang terowongan sekitar 2 km atau pulang pergi 4 km. 


Dari pantauan, situasi di terowongan jamarat tidak padat seperti sebelumnya saat lempar jumrah aqobah. Lalu lintas jamaah sedikit lebih lengang. Ruang gerak jamaah lebih leluasa dibandingkan satu hari sebelumnya.


Sebelumnya padat sekali. jamaah kesulitan untuk bergerak, karena hampir 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia sedang menyelesaikan rangkaian haji dengan mabit di Mina dan melempar jumroh. (lih)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved