Kronologi Sapi Kurban Ngamuk dan Kabur ke Jalan, Warga Panik Mengejar sampai Satu Orang Terluka

Kronologi sapi kurban ngamuk dan kabur ke jalan, warga panik mengejar sampai satu orang terluka.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Istimewa Warga/Muhammad Rauf Aisy Karima
Sapi kurban dari Masjid Al Istiqomah yang kabur. Kronologi sapi kurban ngamuk dan kabur ke jalan, warga panik mengejar sampai satu orang terluka. 

SURYAMALANG.COM, - Kronologi sapi kurban ngamuk dan kabur ke jalan terjadi di Kabupaten Klaten pada Rabu (26/6/2023).

Kaburnya sapi kurban itu membuat warga panik dan berlarian mengejarnya sampai sejauh 1,5 km. 

Beruntung sapi kurban untuk Idul Adha itu bisa diamankan kendati ada satu orang yang terluka akibat insiden tersebut. 

Sapi tersebut merupakan sapi kurban dari Masjid Al Istiqomah di wilayah Gayamprit, Klaten Selatan.

Peristiwa lepasnya sapi itu terekam oleh warga saat melintas di dekat Pasar Ngepos, tepatnya di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten

Salah satu warga yang merekam, Muhammad Rauf Aisy Karima (16) mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada sore hari.

"Tadi sekitar jam 17.00 WIB, lewat sana sapi sudah di dekat Pasar Ngepos," ujar Rauf saat dikonfirmasi TribunSolo.com.

Baca juga: Dewi Perssik Diduga Salah Paham Perkara Palak Rp 100 Juta untuk Sembelih Sapi Kurban, Sopirnya Budek

Baca juga: Tips Aman dan Sehat Mengonsumsi Daging Kurban

Artikel TribunSolo 'Sapi Kurban Milik Masjid Al Istiqomah Klaten Ngamuk, Lari Keliling Kota Klaten'.

Sapi kurban lepas dan kabur dari Masjid Al Istiqomah di wilayah Gayamprit, Klaten Selatan
Sapi kurban lepas dan kabur dari Masjid Al Istiqomah di wilayah Gayamprit, Klaten Selatan (Istimewa Warga/Muhammad Rauf Aisy Karima)

Rauf juga sempat melihat beberapa pemuda turut mengejar sapi tersebut.

"Tadi sempat tanya ada kelompok pemuda juga dari Gayamprit ikut kejar sapi-nya," ungkapnya.

Sapi tersebut lalu diamankan sementara dengan diikatkan ke  pohon.

"Tadi dibantu pengantar sapi Masjid Al Hikmah Klaten Tengah, dibantu diikatkan sapi sementara ke pohon," ucapnya.

Kronologi Sapi Lepas

Salah satu warga Gayamprit, Santoso mengatakan sebelumnya sapi baru datang dan akan diserahkan ke panitia Masjid.

"Saat sapi baru diturunkan langsung ngamuk, lari ke arah Kota," ucap Santoso.

Sapi tersebut juga sempat dikejar oleh warga.

"Tadi sempat dikejar 3 orang," ungkapnya.

Ketua RW 01 sekaligus Wakil Takmir Masjid Al Istiqomah, Mulyono mengatakan pihaknya dikabari oleh pengemudi yang mengantar sapi terkait kejadian tersebut.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

"Tadi dikabari sopir, waktu menurunkan sapinya ngamuk dan dihalau tidak bisa," kata Mulyono.

Satu orang terluka, karena menahan sapi tersebut.

"Tadi yang antar tangannya lecet karena nahan sapinya," jelasnya.

Saat kejadian tersebut, anak- anak sedang melihat hewan kurban yang baru datang.

"Anak-anak yang lihat pada teriak saat itu, mungkin sapi takut lalu lari ke arah lampu merah stadion (Jalan Tentara Pelajar)," ucapnya.

Sapi juga sempat menyenggol motor parkir di area Kodim 0723/Klaten sebelum menyebrang ke arah Pasar Ngepos.

Sapi tersebut rencananya akan dikurbankan bersama 4 sapi lain dan 2 kambing.

"Tadi sempat di halaman toko sebelum diamankan, selesai sekitar pukul 17.30 WIB sebelum Magrib," pungkasnya.

Sapi sendiri sempat lepas sejauh 1,5 Km.

Kejadin Serupa di Surabaya

Di Surabaya, kejadian serupa juga terjadi di Jalan Tambak Asri 1, Kecamatan Krembangan, Rabu (28/6/2023).  

Sebanyak enam orang petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengevakuasi sapi yang ngamuk dan kabur hingga terperosok ke tempat penampungan air

Pemilik sapi, Wachid Sulaiman (54) mengatakan sapi tersebut baru saja tiba dari Lamongan, pukul 09.30 WIB.

Warga pun sudah menutup akses jalan ketika hewan kurban itu datang.

Kemudian, kata Wachid, sapi tersebut dinaikan ke mobil pikap untuk dipindahkan.

Namun, hewan kurban itu mengamuk ketika baru saja tiba di sekitar balai RW setempat.

"Kita ikat (sapinya) ternyata talinya kecil. Kita pulang beberapa langkah sudah keluar dari pagar, dia berontak dan langsung masuk ke bozem (penampungan air)," kata Wachid, Rabu.

Proses evakuasi sapi masuk bozem di Surabaya
Proses evakuasi sapi masuk bozem di Surabaya (Dokumen: BPBD Surabaya)

Mengetahui hal itu, Ketua RT setempat langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Command Center 112.
 
Warga kesulitan dan meminta bantuan petugas untuk mengelurkan sapi yang terperosok itu.

"Akhirnya saya lapor ke Pak RT buat minta bantuan. Pak RT telepon 112 dan enggak sampai 15 menit petugas datang," jelasnya.

Wachid mengungkapkan, tidak ada warga yang menjadi korban dari amukan sapi miliknya.

Dia mengaku membeli hewan itu untuk dikurbankan, Kamis (29/6/2023).

"Saya kurbankan di sini, panitia. Insya Allah kurban besok di masjid. Enggak ada (warga) yang kena," ujar dia.

Perjuangan evakuasi Sementara itu, Danton Rescue PMK Surabaya, Abdul Mukti mengaku kesulitan dalam mengevakuasi sapi tersebut.

Sebab, hewan itu berontak ketika hendak diikat dengan tali penyelamat.

"Kesulitan, karena sapi masih hidup. Kita juga jaga kondisi teman-teman untuk meletakkan tali tersebut," kata Abdul. Abdul mengatakan, total ada enam petugas yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

Butuh waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi sapi tersebut.

Artikel Kompas.com 'Sapi Kurban di Surabaya Ngamuk dan Terperosok ke Penampungan Air'.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved