WAWANCARA EKSKLUSIF Andi Pratama: Kalau Tersesat, Segera Kembali ke Titik Awal

Pendaki perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat mendaki gunung.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pendaki perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat mendaki gunung.

Bahkan pendaki harus mempersiapkan dan memprediksi kemungkinan terburuk selama berada di gunung.

Banyak insiden selama berada di atas gunung. Matangnya persiapan akan memudahkan pendaki untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk.

M Andi Pratama Hardiansyah pun sudah mempersiapkan diri untuk melakoni Ekspedisi Medhayoh.

Berikut ini wawancara wartawan SURYAMALANG.COM, Septyana Cahyani Eka dengan Andi Pratama Hardiansyah.

Wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.

Ada pendaki tersesat, hilang, dan jasadnya tidak ditemukan. Itu bagaimana?

Biasanya pendaki tersesat karena minimnya persiapan, dan mereka tidak tahu karakter gunung tersebut. Mereka tidak mengenal medannya terlebih dahulu.

Seharusnya mereka tidak harus langsung mendaki. Mereka bisa lebih dulu tanya-tanya ke orang atau pendaki yang sudah lebih tahu, mencari referensi di internet, dan baca peta.

Membaca peta itu sangat berguna sekali di gunung. Pendaki juga harus tahu membaca tanda alam.

Apa hal yang harus dilakukan pendaki ketika tersesat?

Dari kasus yang sering terjadi, pendaki sudah sadar bahwa mereka tersesat tapi mereka terus saja dan tidak mau kembali.

Padahal kalau sudah sadar tersesat seharusnya kembali ke titik awal.

Kadang pendaki sudah capek. Mereka juga tidak mau melawan rasa capeknya. Padahal capek itu risiko dari naik gunung.

Mayoritas pendaki menggampangkan, dan yakin paling ada jalan di depan. Padahal kalau awalnya tersesat, itu melencengnya hanya 1 meter, tapi itu berkelipatan sampai 100 meter.

Jadi kalau kondisinya darurat, dan sudah tidak tahu harus ke mana, pendaki harus mencari tanda alam.

Misalnya ketinggian, supaya bisa terlihat dengan jelas harus lewat mana.

Mengikuti alur sungai itu juga baik, tapi itu juga berbahaya karena air sungai di gunung banyak air terjun, dan tidak seperti di dataran rendah.

Lebih aman kalau lewat punggung gunung, tapi itu sulit. Yang jelas mana yang dari segala pilihan, kita harus mengambil yang paling siap.

Apa gunung yang cocok untuk pemula?

Kalau untuk pemula, sebaiknya gunung yang memiliki ketinggian 1000 Mdpl sampai 2000 Mdpl dan treknya tidak lebih dari tiga jam. Kalau di Malang, bisa di Gunung Panderman.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved