Tips Kesehatan
Banyak Warga Kota Batu Idap Hipertensi, Ini Saran dari dr Susana Indahwati
Dinkes Kota Batu menghimbau kepada masyarakat agar rutin melakukan Cek Kesehatan Rutin, Enyahkan Asap Rokok dan Alkohol, Rajin Aktivitas Fisik.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli A
Untuk itu Dinkes Kota Batu menghimbau kepada masyarakat agar rutin melakukan Cek Kesehatan Rutin, Enyahkan Asap Rokok dan Alkohol, Rajin Aktivitas Fisik, Diet Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola Stres (CERDIK).
SURYAMALANG.COM, BATU - Penyakit hipertensi menjadi kasus paling banyak di Kota Batu pada tahun 2022 yang dialami masyarakat usia produktif, 15-59 tahun.
Menurut Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, dr Susana Indahwati, ada beberapa faktor penyebab hipertensi, sakah satunya ialah gaya hidup.
Ia menyebutkan, faktor keturunan juga ikut berperan dalam kecenderungan seseorangan mengalami hipertensi. Tetapi yang lebih berpengaruh adalah gaya hidup dan pengelolaan stres.
"Jadi seseorang dengan keturunan hipertensi, tidak selalu akan menjadi hipertensi jika bisa menjaga pola hidupnya baik dan mengelola stresnya. Begitu pula sebaliknya, orang tanpa keturunan hipertensi, jika perilakunya mengkonsumsi gula, garam, lemak berlebih, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan alkohol, serta dan tidak mampu mengelola stres maka bisa mengalami hipertensi,” kata dr Susana, Selasa (25/7/2023).
Sementara itu dari data Dinkes Kota Batu, pada tahun 2023 sampai dengan bulan Juni lalu berdasarkan laporan bulanan SPM Hipertensi Puskesmas total ada 20.375 penduduk Kota Batu yang mengalami hipertensi dari total 58,385 penduduk yang dilakukan deteksi dini PTM.
SURYAMALANG.COM - Update Berita Terkini Malang Raya dan Jawa Timur
“Peningkatan penemuan kasus hipertensi di masyarakat tidak lepas dari peningkatan upaya deteksi dini penyakit tidak menular yang dilaksanakan melalui di Puskesmas serta Posbindu di kelompok masyarakat, di sekolah dan juga di tempat kerja, serta dalam kegiatan vaksinasi Covid-19,” ujarnya.
Lebih lanjut dr Susana menjelaskan, pemeriksaan tekanan darah secara sederhana bisa dilakukan oleh kader kesehatan maupun masyarakat awam, dengan catatan tetap perlu adanya pengawasan dari tenaga kesehatan.
Deteksi dini penyakit hipertensi ini dilakukan minimal 1 kali dalam satu tahun, dan jika ditemukan adanya peningkatan maka setiap bulan harus dipantau dan dilakukan tatalaksana untuk mengendalikan tekanan darah agar tidak sampai menimbulkan komplikasi.
“Kuncinya ada pada kesadaran masyarakat untuk cek tekanan darah secara teratur serta mengubah perilaku yang berisiko. Untuk kategori seseorang dikatakan hipertensi jika Sistole >140mmHg,” jelasnya.
Sedangkan berdasarkan hasil Riskesdas 2018 sebanyak 43,7 persen penduduk usia produktif di Kota Batu mengalami hipertensi. Mitos makanan penyebab hipertensi biasanya dikaitkan dengan sate kambing. Padahal, sebenarnya kolesterol dalam daging kambing melalui pengolahan dengan cara dibakar, lebih tinggi dibandingkan dengan pengolahan dengan dikukus atau direbus.
“Ada tidaknya pengaruh tersebut kembali lagi seberapa banyak konsumsi yang dilakukan serta kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang. Yang jelas kolesterol yang tinggi akan menimbulkan adanya plak atau timbunan pada dinding pembuluh darah, yang pada akhirnya mengganggu aliran darah dalam tubuh dan jantung harus memompa darah secara ekstra,” tuturnya.
Untuk itu Dinkes Kota Batu menghimbau kepada masyarakat agar rutin melakukan Cek Kesehatan Rutin, Enyahkan Asap Rokok dan Alkohol, Rajin Aktivitas Fisik, Diet Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola Stres (CERDIK).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kabid-dinkes-kota-batu-susana-indahwati.jpg)