Berita Malang Hari Ini
Wali Kota Malang dan Wakilnya Bertarung Urusan Masak Olahan Ikan Laut
Wali Kota Malang, Sutaji, dan wakilnya, Sofyan Edi Jarwoko, bertarung urusan memasak makanan olahan ikan laut.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
Angka konsumsi ikan di Kota Malang pada 2021 sebesar 35,5 persen dan pada 2022 meningkat menjadi 55 persen. Kota Malang berada di urutan kesembilan Provinsi Jawa Timur.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutaji, dan wakilnya, Sofyan Edi Jarwoko, bertarung urusan memasak makanan dalam peringatan kampanye makan ikan dan non beras maupun non terigu di belakang Balai Kota Malang, Rabu (2/8/2023).
Keduanya beradu ketangkasan mengolah ikan laut. Sutiaji cukup cekatan memotong bahan-bahan masakan di talenan. Pun Edi, seperti tidak mau kalah dengan aksi Sutiaji.
Keduanya mendapat tantangan memasak masakah kering dan basah. Beberapa pejabat lain sekelas kepala dinas juga ikut memasak di belakang mereka. Seperti layaknya acara kontes masak memasak di televisi, para peserta mengambil beberapa bahan dasar untuk selanjutnya digunakan meracik masakan.
Sutiaji dan Edi harus mengolah bahan-bahan yang telah disiapkan oleh panitia. Mereka sebelumnya tidak diberi tahu bahan-bahan apa yang akan dimasak. Sutiaji memasak lodeh khas Trenggalek dan Mangut khas Lamongan, tempat asalnya. Meski dadakan, Sutiaji nampaknya tak begitu bingung dengan proses masak memasak, ternyata hal itu biasa dilakoninya semasa masih di Pondok Pesantren di kala muda.
"Saya dulu biasa masak sayur asem, lodeh, terus mangut," ujar Sutiaji, Rabu (2/8/2023).
Sutiaji juga mengatakan kalau dirinya rindu akan masakan tertentu, maka ia langsung memasaknya sendiri. Sutiaji suka dengan olahan oseng-oseng kangkung dan ditambah rasa yang pedas.
"Saya dari dulu itu sukanya oseng-oseng, saya sukanya pedas biasanya yang oseng-oseng itu kan kangkung tapi ada menu lain,"urainya.
Sedangkan Edi memasak kuah ikan segar dan ikan goreng. Edi mengaku tidak begitu lihai memasak banyak menu. Hanya ada beberapa menu saja yang bisa ia masak, seperti nasi goreng.
"Itu pengalaman saat mahasiswa dulu. Setidaknya bisa memasak nasi goreng gitu, kan?" ujar Edi.
Saat menghadapi tantangan yang diberikan oleh panitia, Edi mengaku sempat bingung. Pasalnya, baha-bahan yang ada jarang ia gunakan untuk bahan masakan. Alhasil, ia pun mengolah masakan semampunya.
"Ketika diberikan ikan, jadi bingung. Kalau wali kota jelas pintar masak, kan anak pondokan. Kalau saya masak setahun sekali," ujarnya diikuti tawa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi menjelaskan acara tersebut untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan laut. Pemerintah tengah mengupayakan agar pilihan konsumsi masyarakat tidak terpaku pada karbohidrat saja.
"Makannya kami selenggarakan lomba untuk mengolah ikan laut. Baik diolah berkuah dan kering. Bahwa bahan pangan tidak hanya berasal dari karbohidrat, bisa juga protein dari ikan laut," ungkapnya.
Kata Slamet, angka konsumsi ikan di Kota Malang pada 2021 sebesar 35,5 persen dan pada 2022 meningkat menjadi 55 persen. Kota Malang berada di urutan kesembilan Provinsi Jawa Timur.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.