Berita Malang Hari Ini
Stok Pangan Kota Malang Aman untuk Hadapi Ancaman El Nino
Wali Kota Malang, Sutiaji memastikan stok pangan aman ketika menghadapi fenomena iklim El Nino.
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang bersiap menghadapi ancaman pangan dampak dari El Nino. Wali Kota Malang, Sutiaji memastikan stok pangan aman ketika menghadapi fenomena iklim El Nino. El Nino diperkirakan akan mempengaruhi sektor pertanian sehingga produksi pangan terganggu.
Sutiaji menegaskan agar masyarakat tidak khawatir atas stok pangan yang ada. Pemkot Malang juga telah menjaling koordinasi dengan Bulog untuk kebutuhan beras sebagai salah satu bahan pokok.
"Tidak perlu ada kekhawatiran. Saya kira untuk Kota Malang stok pangannya masih aman-aman saja," ujar Sutiaji, Jumat (4/8/2023).
Lebih lanjut, Pemkot Malang tengah menyiapkan langkah untuk menjaga daya beli masyarakat dengan menggelar Pasar Murah di beberapa wilayah kecamatan dan kelurahan. Hal itu untuk antisipasi dikhawatirkan terjadi melambungnya harga pangan.
Selain itu, pengecekan harga pangan juga akan dilakukan ke pasar-pasar rakyat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang bila diperlukan. Kemudian, berkoordinasi dengan Bulog terkait pemantauan ketersediaan beras.
"Kami juga Insya Allah sudah menganggarkan untuk penambahan pasar-pasar murah, supaya ketahanan pangan dan daya beli masyarakat bisa dikendalikan," katanya.
Meski mengharapkan tidak ada kekhawatiran, Sutiaji tetap meminta warganya siap menghadapi fenomena iklim El Nino. Sutiaji melihat, kondisi ekonomi Kota Malang, utamanya kelas menengah ke bawah sedang bergerak cepat karena pengeluaran kebutuhan pendidikan menghadapi tahun ajaran baru. Hal itu dikhawatirkan mempengaruhi daya beli masyarakat saat fenomena El Nino terjadi.
"Beberapa waktu lalu ketika bapak Presiden Jokowi ke Malang, saya bilang ke beliau, bahwa masyarakat Kota Malang yang kelas ekonomi menengah ke bawah sudah mulai banyak yang mengambil tabungan. Nanti Kami lacak dan lihat seperti apa dampaknya," terangnya.
Sebagai informasi, fenomena iklim El Nino sebelumnya telah diprediksi melanda Indonesia oleh Presiden Jokowi pada Agustus ini. Dampak cuaca panas dari fenomena tersebut dimungkinkan seperti kondisi yang kering dan kurangnya curah hujan, sehingga mengancam stok ketahanan pangan.
Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima, kemarau pada saat ini diprediksi akan lebih panjang. Ada potensi El Nina dan El Nino. Secara umum, daerah yang memiliki lahan pertanian lebih banyak mendapatkan perhatian karena kemarau panjang.
"Arahan secara umum, saat ini yang sering diundang rapat ke provinsi dan Jakarta adalah daerah yang memiliki lahan pertanian karena diprediksi kemarau lebih panjang, ada juga isu La Nina dan El Nino sehingga ada potensi kekeringan panjang. Wilayah pertanian menjadi perhatian untuk jaga-jaga gagal panen. Kota Malang tidak memiliki lahan pertanian, rapat-rapat pun kami tidak prioritas menjadi undangan, kami prioritaskan mitigasi dan kontingensi," ujarnya.
Dikatakan Prayitno, kolaborasi dengan masyarakat untuk mengantisipasi dini potensi bencana sangat dibutuhkan. Pasalnya, warga terdekatlah yang bisa mengantisipasi awal peristiwa bencana. Di sisi lain, BPBD Kota Malang juga membuat naskah akademik potensi bencana pada kemarau bersama akademisi.
"Kami terus mengedukasi melalui masyarakat untuk memperhitungkan karakter bencana di wilayahnya. Kalau banjir dan longsor sudah selesai, kemungkinan kejadian lain seperti puting beliung dan lain-lain, yang seharusnya diwaspadai, adalah bencana kebakaran. Kewaspadaan kami di pemukiman padat dan pertokoan," paparnya. (Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lahan-pertanian-sawah-yang-masih-tersisa-di-kota-malang.jpg)