Berita Viral

Kisah Pria Jadi Transformers Demi Beri Kejutan Anak Yatim Piatu Ulang tahun, Bawa Kue dan Mainan

Beginilah kisah pria jadi transformer demi beri kejutan anak yatim piatu yang tengah ulang tahun menjadi sorotan. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
Instagram
Kisah Pria Jadi Transformers Demi Beri Kejutan Anak Yatim Piatu Ulang tahun, Bawa Kue dan Mainan 

SURYAMALANG.COM - Beginilah kisah pria jadi transformer demi beri kejutan anak yatim piatu yang tengah ulang tahun menjadi sorotan. 

Tak hanya berdandan ala Transformer, sang pria juga beri kue dan mainan mobil-mobilan untuk snag anak yatim piatu yang berulang tahun. 

Aksi pria jadi transformer demi beri kejutan anak yatim piatu itu terjadi di Sukoharjo.

Memasuki bulan Agustus diperingati sebagai hari lahirnya Indonesia. Semarak kemerdekaan itu juga dirasakan seluruh masyarakat, termasuk anak-anak.

Bahkan di Sukoharjo, anak yatim yang berulang tahun di bulan Agustus mendapatkan kejutan spesial berupa salah satu robot dalam serial film Transformers, yakni Bumblebee.

Aksi itu dilakukan oleh Agus Widanarko (42) akvitis peduli anak di Sukoharjo.

Dengan tajuk 'Agus Superhero Kejutan Ultah Anak Yatim Lahir Agustus', Danar, sapaan akrabnya mengharapkan aksinya berdandan kostum superhero mampu membahagiakan anak-anak.

Aksi pemberian kejutan untuk anak yatim di Sukoharjo, Minggu (6/8/2023).
Aksi pemberian kejutan untuk anak yatim di Sukoharjo, Minggu (6/8/2023). (Tribunnews)

Baca juga: Ambisi Ibu Kevin Ingin Jadi Artis Pupus, Curhat Ketakutan Setelah Anaknya Menikahi Tante 41 Tahun

Untuk hari ini, Danar berdandan layaknya Bumblebee.

Aksinya itu dilakukan untuk memberikan kejutan kepada Muhammad Affan Giatsa Suwandi (8).

Affan merupakan yatim piatu yang tinggal di wilayah Gentan, Sukoharjo yang kebetulan lahir tanggal 6 Agustus.

"Kebetulan dek Affan ini suka transformer. Sebelumnya saya belum punya tapi akhirnya nabung untuk beli, sekalian tambah koleksi," jelas Danar, kepada TribunSolo.com, Minggu (6/8/2023).

"Memang ini kejutan spesial untuk anak yatim pada Agustus Merdeka ini," kata Danar.

Aksi pemberian kejutan itu dilakukan Minggu siang.

Selain berdandan ala transformers, Danar juga membawakan kue serta hadiah ulang tahun, yakni mainan remote control dengan karakter transformer juga.

"Hadiah remote control ini sesuai janji almarhum ayahnya dek Affan," jelasnya.

Selain Affan, anak-anak lain di Sukoharjo juga bakal menjadi sasaran aksinya itu.

Targetnya adalah anak yatim yang lahir di bulan Agustus atau anak yatim yang bernama Agus.

"Kalau tidak pas Agustus saya juga sering memberikan kejutan anak-anak. Tapi untuk kali ini spesial kemerdekaan," ujar Danar.

Di tempat yang sama, Eva, kakak kandung Danar mengucapkan terima kasih atas aksi yang dilakukan Danar.

Menurutnya adiknya sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan itu.

Eva mengatakan ayah dan ibunya sudah meninggal akibat Covid-19 pada tahun 2021 lalu.

Kedua orangtuanya meninggal dengan selisih lima hari.

Kini ia tinggal bertiga, bersama adiknya Affan dan seorang kakak.

"Tadi Mas Danar dandan transformers sesuai kesukaan adik. Dikasih kue tart dan kado, kadonya itu waktu itu bapak pernah janji ke Dek Affan tapi belum sempat memberikan," katanya. 

Mengutip TribunStyle.com dengan judul Demi Beri Kejutan Anak Yatim Piatu yang Berulang Tahun.

Kisah Lain: 'Selamat Ulang Tahun' Pria Terbangun Dinyanyikan Lagu, Syok Sudah Dikepung Polisi, Ternyata Penjahat

Sedang tidur pulas, pria ini tiba-tiba terbangun oleh nyanyian selamat ulang tahun.

Lagu itu dinyanyikan oleh beberapa orang yang kemudian langsung menangkap pria yang baru bangun tidur itu.

Ternyata para penyanyi itu adalah polisi yang membangunkan dan menangkap pemalak tukang nasi goreng.

Seperti apa kisah lengkapnya?

Lini media sosial X (dulunya Twitter) diramaikan dengan video pendek berdurasi 44 detik yang diunggah oleh akun ini pada Kamis (3/8/2023).

Dalam video viral itu terlihat petugas kepolisian menangkap pemalak penjual nasi goreng yang tengah tertidur pulas dengan menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun".

"Polresta Bandung tangkap pemalak tukang nasi goreng di Dayeuhkolot sambil nyanyikan lagu ulang tahun," tulis pengunggah.

Sontak, pelaku terbangun dan segera diringkus oleh petugas.

Sebelumnya, video itu pertama kali diunggah dalam media sosial Instagram @infojawabarat.

Hingga Jumat (4/8/2023), video viral tersebut telah dikomentari 343 warganet, dibagikan kembali sebanyak 1.119 kali, dan disukai hingga 3.444 pengguna Twitter.

Kronologi kejadian

Satreskrim Polresta Bandung menangkap pemalak penjual nasi goreng di Jalan Raya Sayuran, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Minggu (30/7/2023).

"Surprise" itu dilakukan polisi ketika menangkap salah satu pelaku pemalakan berinisial TP (21). Saat itu, pelaku tengah tertidur pulas.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bandung Kombes Kusworo mengatakan, selain TP, kepolisian juga menangkap MRA (18). Sementara satu pelaku lainnya, A masih menjadi buron.

"Kami mengetahui dari media sosial, kemudian kami langsung menurunkan tim, kami langsung menghampiri korban. Karena memang dalam 183, 184 KUHAP itu kita harus mendapatkan keterangan saksi dalam hal ini korban yang akan dijadikan sebagai salah satu alat bukti," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis.

TP merupakan residivis yang baru satu bulan keluar penjara dengan kasus curanmor.

Diberitakan Kompas TV, ketiga pelaku melakukan aksi pemalakan lantaran ingin membeli minuman keras.

x
Pelaku pemalak di Dayeuhkolot ditangkap polisi, sebelumnya dinyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. (Twitter/@txtdaribandung)


Aksi pemalakan terekam CCTV

Video aksi pemalakan penjual nasi goreng itu sempat viral di media sosial karena terekam CCTV di lokasi kejadian.

Saat itu, korban yang berinisial DA tengah melayani beberapa pelanggan. Namun, pada pukul 01.00 WIB, datang tiga pelaku dalam keadaan mabuk dan memalaknya.

Salah satu pelaku menggunakan sepeda motor.

Menurut Kusworo, ketiganya memiliki peran yang berbeda ketika beraksi.

TP berperan membawa senjata tajam dan merampas uang milik korban. Sementara MRA mengendarai sepeda motor.

"Pengendara yang tengah turun dari motor, kemudian membawa senjata tajam. Setelah itu meminta uang kepada pedagang nasi goreng tersebut," kata Kusworo.

Mulanya, penjual nasi goreng memberikan Rp 5.000, tapi pelaku tidak mau.

"Mintanya Rp 20.000. Begitu dibuka lacinya, yang kelihatan Rp 50.000. Diambil Rp 50.000. Si pedagang minta kembalian, namun pelaku malah mengancam," bebernya.

TP disebut mengancam akan membacok korban jika meminta uang dikembalikan.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa dua belah pedang dan satu unit sepeda motor.

Atas perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukumannya paling berat 10 tahun penjara.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved