Berita Viral

Kronologi Oknum TNI Ngamuk Terganggu Speaker Lomba 17-an, Bawa Parang Ancam Tetangga Hingga Viral

Kronologi oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an, bawa parang ancam tetangga viral.

|
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Instagram @palembang.bedesau
Video viral kericuhan warga. Kronologi oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an, bawa parang ancam tetangga viral 

SURYAMALANG.COM, - Dua oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an baru-baru ini viral di media sosial. 

Sosok oknum TNI di Palembang tersebut adalah Pratu Y (Dinas di TNI AU) dan Serda RP (Dinas di Kodim). 

Pratu Y dan Serda RP emosi diduga karena speaker lomba 17-an yang diputar tetangga terlalu keras hingga nekat mengacungkan parang. 

Video dua oknum TNI ngamuk ini awalnya beredar di akun Instagram @palembang.bedesau pada Kamis (17/8/2023) malam.

Dalam video tersebut, warga tampak riuh mengerubungi sebuah rumah untuk melerai pertengkaran. 

Terlihat seorang pria berbaju loreng berdiri sambil membawa sebilah parah sesekali Ia juga terlihat marah. 

Akibat emosi yang belum reda, pria berbaju loreng itu juga tampak maju sambil mengacungkan parang sehingga warga berhamburan. 

Warga terlihat takut tapi juga marah dengan pria berbaju loreng tersebut karena membawa-bawa parang dalam pertikaian. 

Usut punya usut, peristiwa ini terjadi di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Budiman, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

Baca juga: Kondisi Bella Bonita Ambruk Setelah Resepsi Mewah, Denny Caknan Prihatin Istrinya Masuk Rumah Sakit

Artikel Tribunnews 'Viral Oknum TNI di Palembang Mengamuk Bawa Parang'.

Video viral oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an
Video viral oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an (Instagram @palembang.bedesau)

Dua oknum TNI yang mengamuk tersebut adalah anak dan menantu dari warga bernama Hidun Diana (59) yang tinggal di lingkungan tersebut, 

Peristiwa bermula saat warga setempat sedang mengadakan perlombaan untuk anak-anak dalam rangka perayaan Kemerdekaan RI.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua RT 22, Betty (48) saat dikonfirmasi.

"Kejadian siang kemarin, setelah istirahat sebentar lalu lanjut lomba" ujar Betty Jumat (19/8/203).

"Agung (warga) ini kan sedang menyalakan lagu Kemerdekaan saat lomba" imbuhnya. 

"Tiba-tiba dua orang itu keluar dari rumah buka pagar dan yang pakai seragam loreng itu menendang speaker, " kata Betty.

"Setelah dilihat, ada dua orang yang datang. Satu pakai baju loreng dan satu baju biasa. Dia bawa parang mendatangi rumah warga bernama Agus," jelasnya lagi. 

Baca juga: Kondisi Bella Bonita Ambruk Setelah Resepsi Mewah, Denny Caknan Prihatin Istrinya Masuk Rumah Sakit

Artikel TribunSumsel 'Klarifikasi Keluarga, Pratu Y dan Serda RP Tegur Warga Putar Musik Remix'.

Video viral oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an 1
Video viral oknum TNI ngamuk terganggu speaker lomba 17-an 1 (Instagram @palembang.bedesau)

Menurut Betty, dua pria itu kesal oleh suara musik dari speaker milik Agus yang lokasinya berseberangan dari rumah kedua pria tersebut.

Speaker itu kemudian ditendang oleh berbaju loreng sampai rusak.

Betty mengatakan, sebelum acara dimulai kedua pria itu menolak perlombaan karena tak ingin terganggu suara musik dari speaker.

Setelah menendang speaker, kedua pria itu berdebat dengan warga.

Kemudian, salah satunya masuk lagi ke dalam rumah dan kembali keluar dengan membawa satu sajam jenis parang.

Betty juga menjelaskan jika dua pria tersebut bukan warganya, tapi ibu mereka yang tinggal di lingkungan RT-nya.

"Setelah berdebat dengan warga, rombongan itu masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah parang. Kemudian ribut lagi, untung warga tidak anarkis," katanya.

Mencegah situasi memanas, Betty akhirnya menghubungi Kanit Binmas Polsek setempat untuk meredam keributan dengan menghubungi pihak Denpom.

"Saya menghubungi polisi dan Denpom, Alhamdulillah dari Binmas Polsek datang dan Denpom mengamankan dua oknum tersebut sekitar pukul 14.30 WIB," ungkapnya.

Klarifikasi Keluarga TNI

Sebaliknya, keluarga oknum TNI bernama Nana angkat bicara soal kericuhan yang terjadi. 

Nana membantah jika musik yang diputar saat kejadian adalah lagu kemerdekaan, justru yang sedang diputar saat itu adalah musik remix.

"Yang diputar itu musik remix yg sangat keras dan saat itu tidak ada tanda tanda diadakannya lomba" ujar Nana saat dikonfirmasi Jumat (18/8/2023).

"Musik remix yang diputar dalam volume besar dan kami ada bukti video-videonya, " katanya.

Nana menerangkan sebelumnya beberapa warga sempat mengeroyok pasangannya dan kakak iparnya hingga ke pintu rumah.

RP saat itu malah dipegangi warga dan mengalami luka-luka.

"Dua anggota TNI dikeroyok oleh warga karena warga tidak setuju ditegur menggunakan speaker musik remix yang sangat keras" jelas Nana. 

"Akibat dikeroyok pasangan saya dan kakak iparnya luka," ungkapnya.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved