Berita Viral

Ending Wanita Terjebak Dalam Peti Mati Selama 11 Hari, Ternyata Belum Meninggal Tapi Sudah Dikubur

Beginilah ending wanita terjebak dalam peti mati selama 11 hari dan sudah dikuburkan. Akhirnya meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Daily Star
Ending Wanita Terjebak Dalam Peti Mati Selama 11 Hari, Ternyata Belum Meninggal Tapi Sudah Dikubur 

SURYAMALANG.COM - Beginilah ending wanita terjebak dalam peti mati selama 11 hari dan sudah dikuburkan. 

Ternyata sang wanita itu belum meninggal dunia namun sudah dikuburkan. 

Selama 11 hari terjebak di dalam peti mati, sang wanita berusaha keluar bahkan berteriak untuk minta tolong. 

Namun, sayangnya nyawanya tak dapat tertolong setelah 11 hari baru dikeluarkan dari dalam makam. 

Ia pun meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis. 

Kejadian memilukan ini terjadi kepada seorang wanita di Brasil bernama Rosangela Almeida dos Santos.

Diberitakan jika Rosangela Almeida dos Santos mengalami cedera pergelangan tangan saat makamnya dibongkar. 

Selain itu juga ditemukan darah di dalam peti matinya. 

Wanita bernama Rosangela hidup lagi usai 11 hari dikubur.
Wanita bernama Rosangela hidup lagi usai 11 hari dikubur. (Daily Star)

Baca juga: Viral Pj Bupati Maluku Tengah Banjir Dukungan Usai Serahkan Bendera Sekaligus Petinya ke Paskibraka

Rosangela sebelumnya dia dinyatakan meninggal pada Januari 2018 dan dimakamkan di sebuah pemakaman di Riachao das Neves, timur laut Brasil.

Menurut surat kematiannya, dia menderita serangan jantung.

Namun setelah 11 hari dikubur, wanita itu ternyata masih hidup.

Dia dikabarkan berteriak hingga membuat warga sekitar kaget.

Hingga akhirnya pihak keluarga menghancurkan makam itu untuk membantu Rosangela keluar dari peti mati.

Tubuhnya dikatakan masih hangat saat mendapat pertolongan. 

Kapas di telinga dan lubang hidungnya pun telah dicabut.

Rosangela mengalami luka di tangan dan dahinya di mana tampaknya dia berusaha keras untuk keluar dari peti matinya.

Wanita bernama Rosangela hidup lagi usai 11 hari dikubur.
Wanita bernama Rosangela hidup lagi usai 11 hari dikubur. (Daily Star)

Baca juga: Akhir Kisah Warga Ponorogo Ambil Bawang Merah dari Mobil Pikap, Sopir Ikhlas Meski Rugi Rp 4 Juta

Keluarga mengklaim paku di sekitar sisi tutup peti mati telah didorong ke atas, dan ada goresan dan darah di bagian dalamnya.

Berbicara pada saat itu, seorang saksi bernama Natalina Silva mengatakan, orang-orang mendengar teriakan di malam hari dari peti mati.

"Ketika saya sampai di sana tepat di depan makam, saya mendengar suara gedebuk dari dalamnya.

Saya pikir anak-anak yang bermain-main di sekitar kuburan sedang mempermainkan saya. 

aku mendengarnya mengerang dua kali, dan setelah kedua erangan itu dia berhenti." tutur wanita itu.

Sementara itu, ibunda dari Rosangela, yakni Germana de Almeida mengatakan anaknya sudah sekuat tenaga untuk keluar dari peti mati itu.

"Dia telah mencoba membuka tutupnya, bahkan paku yang telah dipalu terlepas. 

Tangannya terluka, seperti sedang berusaha keluar."

Ana Francisco Dias, yang tinggal di dekat pemakaman, mengatakan banyak warga yang datang ke pemakaman hanya untuk melihat insiden tersebut.

"Ada lebih dari 500 orang yang datang ke sini dan memadati kuburan, semua orang pergi untuk melihat, banyak orang menyentuh kakinya dan semua orang melihat bahwa dia masih hangat. Dia tidak kedinginan."

Namun sayangnya, setelah berhasil ditolong, nyawa wanita itu tetap tidak bisa diselamatkan.

Dia meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit.

Artikel Tribuntrends.com 'KISAH Wanita Hidup Lagi Setelah 11 Hari Dikubur'.

Kisah lainnya, sempat heboh seorang wanita hidup lagi setelah disebut sudah meninggal dunia karena sakit.

Kisah ini datang dari seorang wanita Ekuador, Bella Montoya (76) yang hidup kembali di dalam peti mati saat prosesi pemakaman.

Setelah sempat hidup lagi, Bella Montoya kini benar-benar meninggal seusai seminggu dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, Bella Montoya dilaporkan hidup kembali pada Jumat (9/6/2023).

Ia mulai mengetuk peti mati setelah menghabiskan lima jam di dalam peti matinya di rumah duka di Babahoyo, Ekuador.

Setelah hidup kembali, Bella sempat dirawat secara intensif di rumah sakit selama seminggu, sebelum meninggal dunia untuk kedua kalinya.

Kementerian Kesehatan Ekuador mengatakan, Bella Montoya meninggal karena stroke iskemik pada Jumat (16/6/2023) di Rumah Sakit Martín Icaza, seperti diberitakan Daily Mail.

x
Bella Montoya adalah sosok perempuan yang sempat dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, tetapi kemudian ditemukan masih hidup oleh pihak keluarga ketika peti jenazahnya dibuka. (Twitter @alertamundial)

Bella berada di bawah pengawasan medis, namun tidak ada penyelidikan medis seputar kasus kematiannya.

Putranya, Gilberto Barbera Montoya, mengatakan dia belum menerima laporan dari pihak berwenang tentang apa yang terjadi dan menambahkan hal-hal 'tidak akan tetap seperti ini'.

Dia mengatakan, saudara perempuan ibunya telah mengajukan keluhan secara resmi, berusaha mengidentifikasi dokter yang menyatakan Bella Montoya meninggal dunia.

"Komite teknis akan meninjau bagaimana rumah sakit mengeluarkan sertifikat kematian," kata Kementerian Kesehatan Ekuador pekan lalu.

"Dia jatuh sakit pada Jumat (9/6/2023) dan dibawa ke Rumah Sakit Martín Icaza di provinsi Los Rios, di mana dia dirawat pada jam 9 pagi dan dinyatakan meninggal pada jam 12 siang setelah menderita stroke," menurut putranya, dikutip dari The Guardian.

Bella Montoya menghabiskan empat jam di dalam peti mati dan akan berganti pakaian di rumah duka.

Saat itu, keluarganya memperhatikan Bella menunjukkan tanda-tanda kehidupan sekitar pukul 20.50 waktu setempat.

"Ibuku mulai menggerakkan tangan kirinya, membuka matanya, membuka mulutnya," kata Barbera Montoya kepada surat kabar lokal El Universo.

"Dia berusaha bernapas," lanjutnya, dikutip dari CBS News.

x
Gilbert Balberán dan seorang pria (kanan) meletakkan tangan mereka di atas tubuh Bella Montoya setelah mereka melihat dia bergerak pada Jumat (9/6/2023) malam. Peti mati dibuka saat anggota keluarga akan mengganti pakaiannya sebelum ia dimakamkan di Ekuador. (Daily Mail)

Rekaman menunjukkan dia menginstruksikan seseorang untuk menelepon 911 saat ia dan orang lain meletakkan tangan mereka di dekat kepala dan lengan kiri ibunya.

Bella Montoya terlihat berjuang untuk bernapas dan menggerakkan rahangnya.

Beberapa saat kemudian, paramedis tiba dan meletakkan tubuhnya di atas tandu sebelum membawanya ke Rumah Sakit Martín Icaza, di mana dia dirawat intensif.

Pakar medis percaya Bella Montoya berada dalam keadaan katalepsi atau cataplexy, suatu kondisi yang ditandai dengan 'kehilangan sementara kontrol otot yang mengakibatkan kelemahan dan kemungkinan kolaps', menurut NHS.

Sertifikat kematian mencatat kematiannya disebabkan oleh 'henti jantung karena menderita penyakit serebrovaskular yang tidak ditentukan.'

Putranya mengatakan, Bella Montoya akan dimakamkan di pemakaman umum. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved