Berita Malang Hari Ini

Polisi Periksa 3 Orang Saksi Terkait Karhutla di Gunung Arjuno-Welirang

Polres Malang telah memeriksa tiga orang saksi terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Arjuno-Welirang

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: rahadian bagus priambodo
Pusdalops BPBD Kota Batu
ILUSTRASI - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Bukit Budug Asu, lereng Gunung Arjuna di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada Sabtu (26/8/2023) lalu meluas. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Polres Malang telah memeriksa tiga orang saksi terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Arjuno-Welirang yang diduga terbakar akibat aktivitas perburuan liar.

Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, berdasarkan pernyataan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, karhutla di Gunung Arjuno-Welirang terjadi karena perburuan liar.

Polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan dengan pendalaman untuk mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Kini sudah ada tiga orang saksi yang diperiksa berasal dari unsur Perhutani. 

"Tiga orang (saksi) nanti akan berkembang dan akan kita petakan. Namun tentunya langkah ini menindaklanjuti informasi yang kami dapat dari Tahura maupun perhutani," ujar Kholis ketika dikonfirmasi. 

Kholis menjelaskan dengan memanggil tiga orang saksi nantinya akan dilakukan pendalaman terkait pemicu karhutla Gunung Arjuno-Welirang. 

Termasuk pihaknya juga akan mendalami temuan-temuan yang ada di lapangan. 

"Berbagai temuan masih kita dalami untuk dapat alur sesuai dengan fakta. Sampai hari ini tim masih melakukan pendalaman. Belum ada informasi tambahan yang bisa saya update," jelasnya. 

Sementara itu, terkait karhutla di wilayah Kabupaten Malang dikatakan Kholis telah padam. 

"Alhamdulillah yang di wilayah Malang sudah berhasil padam," sebutnya. 

Secara terpisah, Kepala Budang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan bahwa kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang masuk wilayah administrasi Kabupaten Malang berhasil dijinakkan. Kini kebakaran menyisakan di wilayah Pasuruan dan Mojokerto.

Kendati kebakaran berhasil padam, namun untuk titik hotspot harus tetap diwaspadai. 

 "Titik hotspot harus diwaspadai, sebab kaeakter cemara bisa membara kembali bila terkena angin," tukasnya.(isn)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved