Berita Malang Hari Ini
VIDEO - Wawancara Ekslusif Bersama Mantan Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko
VIDEO - Wawancara Ekslusif Bersama Mantan Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Yuli A
Lalu, Kota Malang ini juga sebagai kota industri dan difokuskan ke sektor ekonomi kreatif. Dan ternyata itu tepat. Karena pergerakan jual beli online di Kota Malang saat pandemi, naik di atas 100 persen lebih tepatnya 123 persen. Ini artinya masyarakat Kota Malang familiar dengan kegiatan transaksi online, termasuk usaha distribusi mengantarkan barang yang dipesan oleh masyarakat.
Hal hal semacam inilah, kesiapan dari masyarakat, dari pelaku usaha termasuk sarana prasarana yang ada saling mendukung untuk bisa mempertahankan kondisi. Dan alhamdulillah, pandemi telah berakhir dan di tahun 2022 lalu, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Kota Malang di angka 6,24 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan di atas Jatim.
Adrianus Adhi : Dari angka tersebut, sektor ekonomi kreatif di Kota Malang memang menujukkan pertumbuhan yang signifikan?
Sofyan Edi Jarwoko : Pertumbuhan ekonomi secara umum, disumbang oleh beberapa sektor salah satunya sektor ekonmi kreatif. Jadi ketika kita concern di ekonomi kreatif, ternyata ada banyak anak-anak muda dan faktanya menyumbang 10 persen lebih daripada pertumbuhan ekonomi secara umum.
Adrianus Adhi : Saya juga melihat, Sam Edi peduli dengan koperasi. Bagaimana kehidupan dan peranan koperasi sebenarnya di saat pandemi Covid-19.
Sofyan Edi Jarwoko : Saya terjun langsung ke berbagai koperasi di Kota Malang, ternyata masyarakat cenderung memanfaatkan fasilitas yang ada di koperasi. Fasilitas yang dimaksud adalah proses pinjaman untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari hari.
Dan masyarakat banyak yang memilih koperasi, dikarenakan simpel, cepat, fleksibel dan asas kegotongroyongannya itu ada.
Adrianus Adhi : Kemudian, apa harapan dari Sam Edi ke depan tentang Kota Malang?
Sofyan Edi Jarwoko : Saya berharap, kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan. Dalam arti, proses lebih mudah dalam melayani termasuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dan hal tersebut sangatlah penting.
Dan hal itu sudah kami siapkan. Contoh, kami memfasilitasi warga Kota Malang yang belum bisa ikut BPJS, preminya sudah kami selesaikan.
Maka kita harapkan dengan KTP, warga Kota Malang sudah bisa dilayani. Pada tahapan berikutnya ketika akses sudah dipermudah, maka kualitas pelayanan dijaga kalau bisa ditingkatkan. Tidak ada diskriminasi antara yang mandiri dan yang ikut BPJS.
Kemudian masalah perkotaan, yang mana perkotaan ini lahannya terbatas dan terdapat kawasan permukiman yang sangat padat. Maka, kehidupan di lingkungan permukiman padat ini harus terjaga kesehatannya.
Termasuk dengan area jalan, dimana menjadi tempat pertemuan antara warga Kota Malang dan dari luar Kota Malang sehingga pasti ada kemacetan. Agar hal itu lancar, maka harus dipikirkan supaya seminimal mungkin tidak terjadi kemacetan di Kota Malang.
Dan tentu yang lebih penting adalah, harus tetap memelihara, merawat, dan menumbuhkan budaya yang dimiliki warga Kota Malang. Yaitu, ada keterbukaan antar warga, ada gotong royongnya dan rasa cinta terhadap Kota Malang. Ini adalah potensi yang harus dijaga dan dirawat. Kita boleh yang namanya maju menjadi kota metropolitan, tetapi jangan sampai kehilangan akar budaya dan jati diri sebaga arek-arek Malang.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.