Berita Malang Hari Ini
VIDEO - Wawancara Ekslusif Bersama Mantan Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko
VIDEO - Wawancara Ekslusif Bersama Mantan Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, MALANG - Selama 5 tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko tentunya menuai banyak cerita.
Sebagai informasi, Sofyan Edi menjabat sebagai Wakil Wali Kota Malang bersama Sutiaji, Wali Kota Malang sejak periode 2018-2023.
Kini masa kepemimpinan Sofyan Edi dan Sutiaji telah berakhir sejalan dengan dilantiknya Wahyu Hidayat sebagai Pj Wali Kota Malang.
Wahyu Hidayat resmi dilantik oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada Minggu (24/9/2023), sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Sofyan Edi dan Sutiaji.
Membahas beragam cerita tersebut, berikut ini wawancara eksklusif oleh Manager Digital Harian Surya - Tribun Jatim Network, Adrianus Adhi, bersama dengan mantan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Tentunya, wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.
Adrianus Adhi : Kemarin (Minggu (24/9/2023), menandai berakhirnya masa tugas sekaligus perpisahan. Dan selama 5 tahun ini, apa yang dirasakan oleh Sam Edi (sapaan akrab kepada Sofyan Edi Jarwoko) selama memimpin Kota Malang ini ?
Sofyan Edi Jarwoko : Tentunya, saya betul-betul merasakan kebahagiaan yang tidak pernah saya rasakan selama ini. Kenapa, karena yang pertama, ada kesempatan dari masyarakat pada saat Pilkada (terpilih dalam Pilkada 2018), dan kami mendapat amanah untuk memimpin Kota Malang dan amanah itu bisa kami selesaikan
Lalu yang kedua, ada komitmen dengan sahabat saya yaitu almarhum Arif Darmawan yang ketika itu Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, dan komitmen itu saya jaga dan saya selesaikan sampai akhir masa tugas.
Saya tentu mengucapkan terima kasih dan mohon maaf, apabila selama 5 tahun ini ada yang kurang pas atau kurang berkenan.
Adrianus Adhi : Selama 5 tahun ini, banyak sekali kemajuan di Kota Malang. Dan di periode tersebut juga tidak mudah, karena ada pandemi Covid-19. Lalu, apa rahasianya dalam memajukan Kota Malang ini ?
Sofyan Edi Jarwoko : Tentu masih diingat di tahun 2018, diwarnai oleh sebuah peristiwa yang semua orang sudah tahu, peristiwa yang terjadi di DPRD dan tingkat eksekutif (pengungkapan kasus suap oleh KPK). Hal itu berdampak kepada banyak hal, yang pertama, tingkat kepercayaan masyarakat dalam posisi drop atau tidak baik. Kemudian, spirit dan etos kerja dilatarbelakangi dari kejadian itu banyak hati-hati dan cenderung takut.
Maka saat kami dilantik untuk memimpin Kota Malang, kita bangun spirit maupun kepercayaan di tengah masyarakat. Dan alhamdulillah, terjadi pergerakan yang positif. Namun saat semuanya sudah berjalan dengan baik, terjadi pandemi Covid di tahun 2020.
Kota-kota pariwisata seperti Bali pada saat itu, benar benar drop, semuanya terhenti dan tidak ada kunjungan dan berdampak secara luas baik sosial maupun ekonomi dan lainnya. Namun kita terselamatkan, karena Kota Malang ini sebagai kota pendidikan, yang mana mahasiswanya tetap tinggal di Kota Malang dan melakukan aktivitas sesuai ketentuan yang ada. Para mahasiswa itu, tentunya butuh makan maupun tempat tinggal, sehingga berdampak terhadap gerakan ekonomi di tengah masyarakat.
Lalu, Kota Malang ini juga sebagai kota industri dan difokuskan ke sektor ekonomi kreatif. Dan ternyata itu tepat. Karena pergerakan jual beli online di Kota Malang saat pandemi, naik di atas 100 persen lebih tepatnya 123 persen. Ini artinya masyarakat Kota Malang familiar dengan kegiatan transaksi online, termasuk usaha distribusi mengantarkan barang yang dipesan oleh masyarakat.
Hal hal semacam inilah, kesiapan dari masyarakat, dari pelaku usaha termasuk sarana prasarana yang ada saling mendukung untuk bisa mempertahankan kondisi. Dan alhamdulillah, pandemi telah berakhir dan di tahun 2022 lalu, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Kota Malang di angka 6,24 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan di atas Jatim.
Adrianus Adhi : Dari angka tersebut, sektor ekonomi kreatif di Kota Malang memang menujukkan pertumbuhan yang signifikan?
Sofyan Edi Jarwoko : Pertumbuhan ekonomi secara umum, disumbang oleh beberapa sektor salah satunya sektor ekonmi kreatif. Jadi ketika kita concern di ekonomi kreatif, ternyata ada banyak anak-anak muda dan faktanya menyumbang 10 persen lebih daripada pertumbuhan ekonomi secara umum.
Adrianus Adhi : Saya juga melihat, Sam Edi peduli dengan koperasi. Bagaimana kehidupan dan peranan koperasi sebenarnya di saat pandemi Covid-19.
Sofyan Edi Jarwoko : Saya terjun langsung ke berbagai koperasi di Kota Malang, ternyata masyarakat cenderung memanfaatkan fasilitas yang ada di koperasi. Fasilitas yang dimaksud adalah proses pinjaman untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari hari.
Dan masyarakat banyak yang memilih koperasi, dikarenakan simpel, cepat, fleksibel dan asas kegotongroyongannya itu ada.
Adrianus Adhi : Kemudian, apa harapan dari Sam Edi ke depan tentang Kota Malang?
Sofyan Edi Jarwoko : Saya berharap, kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan. Dalam arti, proses lebih mudah dalam melayani termasuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dan hal tersebut sangatlah penting.
Dan hal itu sudah kami siapkan. Contoh, kami memfasilitasi warga Kota Malang yang belum bisa ikut BPJS, preminya sudah kami selesaikan.
Maka kita harapkan dengan KTP, warga Kota Malang sudah bisa dilayani. Pada tahapan berikutnya ketika akses sudah dipermudah, maka kualitas pelayanan dijaga kalau bisa ditingkatkan. Tidak ada diskriminasi antara yang mandiri dan yang ikut BPJS.
Kemudian masalah perkotaan, yang mana perkotaan ini lahannya terbatas dan terdapat kawasan permukiman yang sangat padat. Maka, kehidupan di lingkungan permukiman padat ini harus terjaga kesehatannya.
Termasuk dengan area jalan, dimana menjadi tempat pertemuan antara warga Kota Malang dan dari luar Kota Malang sehingga pasti ada kemacetan. Agar hal itu lancar, maka harus dipikirkan supaya seminimal mungkin tidak terjadi kemacetan di Kota Malang.
Dan tentu yang lebih penting adalah, harus tetap memelihara, merawat, dan menumbuhkan budaya yang dimiliki warga Kota Malang. Yaitu, ada keterbukaan antar warga, ada gotong royongnya dan rasa cinta terhadap Kota Malang. Ini adalah potensi yang harus dijaga dan dirawat. Kita boleh yang namanya maju menjadi kota metropolitan, tetapi jangan sampai kehilangan akar budaya dan jati diri sebaga arek-arek Malang.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.