Setahun Tragedi Kanjuruhan
1 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga dan Korban Masih Trauma
Nur Saguanto (20) tak kunjung mendapat pekerjaan sejak lulus dari SMK pada pertengahan tahun 2022 lalu.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Nur Saguanto (20) tak kunjung mendapat pekerjaan sejak lulus dari SMK pada pertengahan tahun 2022 lalu.
Pria yang akrab disapa Aan ini sudah beberapa kali mengirim lamaran ke sejumlah perusahaan. Tapi, korban selamat tragedi Kanjuruhan ini tak kunjung bekerja.
Insiden di Stadion Kanjuruhan menyebabkan pria asal Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupateb Malang ini mengalami luka di kaki kiri dan wajah. Sekarang Aan masih berjalan dengan tertatih-tatih.
"Sekarang kondisinya sudah membaik. Dulu kaki kiri saya retak. Kalau kena hawa dingin, rasanya keram," ujar Aan kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (29/9).
Sejak kondisinya pulih, Aan lebih banyak berada di rumah. Alumnus SMK Negeri 7 Gondanglegi ini mengaku ingin bekerja seperti teman-temannya.
Aan pun sudah melamar pekerjaan di berbagai tempat. Bahkan Aan pernah melamar kerja di pabrik yang tidak jauh dari rumahnya sebagai tiga kali.
"Saya melamar tiga kali. Hanya sekali mendapat panggilan untuk interview. Tapi setelah itu tidak ada kelanjutannya lagi," terangnya.
Kadang Aan iri dengan dengan teman-temannya yang sama-sama melamar di perusahaan itu dan langsung bekerja. Aan tidak tahu apa alasan dirinya tidak diterima di perusahaan itu. Aan hanya bisa menduga kondisinya yang menyebabkan gagal lolos interview.
Sekarang Aan hanya bisa berada di rumah. Kadang Aan membantu ayahnya bekerja di sawah.
"Agar tidak sumpek kalau berada di rumah terus. Saya juga memulihkan diri biar sedikit lebih kuat," ungkapnya.
Sang ibu, Dewi Fitriyah masih merasakan trauma jika mengingat kejadian kelam itu. Dewi ingat betul bagaimana anaknya harus berjuang untuk sembuh.
Menjelang satu tahun tragedi Kanjuruhan, Dewi masih merasa sedih.
"Kalau lihat status WhatsApp keluarga korban jelang satu tahun ini, saya terharu dan menangis. Alhamdulilah, anak saya bisa selamat," kata Dewi.
Devi Atok Yulfitri pun masih trauma dengan tragedi Kanjuruhan. Pria asal Kecamatan Bululawang ini kehilangan dua anaknya, Natasya (16) dan Nayla (13) dalam insiden yang menewaskan 135 orang tersebut.
Melalui akun Instagram @deviatok23, Devi ATok berkomentar di unggahan akun Malang Corruption Watch (MCW) @mcwngalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Nur-Saguanto-memperlihatkan-hasil-rontgen-Desa-Tegalsari-Kecamatan-Kepanjen-Malang.jpg)