Berita Malang Hari Ini

Perasaan Warga Setelah Tidak Ada 2.000-an Motor Lewat Jembatan Pelor yang Ditutup karena Retak

Jembatan Pelor di Kota Malang selalu ramai setiap harinya. Pengendara roda dua memanfaatkan jalur ini sebagai jalur alternatif.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
purwanto
Pengendara melintas di jembatan Pelor Kota Malang jalur penghubung alternatif antara Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro Oro Dowo Kota Malang, Kamis (28/8/2023. Jembatan Pelor Kota Malang mengalami keretakan disisi selatan, pengendara yang melintas dan warga khawatir akan keretakan jembatan tersebut. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Jembatan Pelor di Kota Malang selalu ramai setiap harinya. Pengendara roda dua memanfaatkan jalur ini sebagai jalur alternatif. Setiap pagi dan sore, keramaian selalu meningkat di Jembatan Pelor.

Kebisingan suara kendaraan itu pun selalu didengar oleh warga sekitar. Ketika Jembatan Pelor ditutup sementara dalam waktu sepekan atau tujuh hari, warga pun merasa senang karena terhindar dari suara kebisingan, meski untuk sementara waktu.

Ketua RT 01/RW 04, Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen, Muhammad Arief Kustiawan, menjelaskan, jumlah sepeda motor yang melintas bisa mencapai 2.000 kendaraan per hari. Hampir seharian, warga mendengarkan bisingnya suara  ribuan kendaraan yang melinas.

"Apalagi saat anak-anak berangkat sekolah. Lalu sore ketika pulang kerja," ujar Arief, Jumat (29/9/2023).

Oleh sebab itu, penutupan sementara Jembatan Pelor terhadap lalu lintas kendaraan telah membuat ketenangan tersendiri bargi warga. Warga juga tidak khawatr beraktivitas lebih leluasa karena jalanan sepi oleh kendaraan. Hal yang sulit dilakukan ketika banyak kendaraan melintas seperti hari-hari biasa.


"Di sini ramai sampai malam. Biasanya dari arah Oro-oro Dowo dan arah Samaan. Ya warga sulit istirahat juga. Ya alhamdulilah ditutup sementara, kami bisa istirahat tenang, walaupun beberapa hari saja," ungkapnya.


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang telah resmi menutup sementara kawasan Jembatan Pelor yang menghubungkan Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro-oro Dowo. Penutupan tersebut dilakukan sejak Kamis (28/9/2023) kemarin malam hingga diperkirakan sampai 7 hari kedepan.


DPUPRPKP Kota Malang melakukan pemasangan ulang tali penyangga jembatan hingga pengecoran di tembok yang retak selebar 20 centimeter. Akibat penutupan, pengendara sepeda motor pun mau tidak mau harus mencari jalan alternatif lain untuk bisa ke kawasan Kelurahan Samaan ataupun ke kawasan Kelurahan Oro-oro Dowo.


Ada jalur alternatif lainnya yang bisa dilalui oleh pengendara sepeda motor ketika Jembatan Pelor ditutup sementara. Pengendara bisa lewat jembatan penghubung lainnya antara Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro-oro Dowo yang terletk di belakang SMA 1 Muhammadiyah.


Pengendara yang melintas di jembatan ini harus turn dari kendaraan. Jembatan tersebut bisa langsung menuju ke kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Selanjutnya, sisi barat Jembatan Pelor juga ada jembatan alternatif penghubung. Jembatan tersebut masuk di Gang Jalan Mayjend Panjaitan Dalam, tepatnya setelah Kantor Arema FC.


Sama dengan Jembatan Pelor Kota Malang, jembatan tersebut bisa langsung dilalui oleh pengendara sepeda motor, namun jalurnya cukup ekstrem, yakni menanjak terjal sehingga pengendara sepeda motor harus berhati-hati.


Kepala DPUPRPKP, Dandung Djulharjanto mengatakan, penutupan akan dilakukan hingga sepekan ke depan. Hasil survei yang telah mereka lakukan mendapati besi pijakan antara bentangan dengan abutmen putus," ujarnya.


Perbaikan konstruksi jembatan akan dilakukan dengan membongkar lokasi retakan. Kemudian akan diberi tambahan plat pada bagian yang putus. Kamis malam, pekerja menangani perbaikan penambahan plat tersebut. Kemudian akan dilakukan pengecoran lagi.


Menurutnya, proses pembongkaran retakan, penambahan plat hingga pengecoran diperkirakan memakan waktu sekitar 2-3 hari. Tapi pihaknya akan menutup akses Jembatan Pelor itu 5 hingga 7 hari.  Dia juga akan menganalisis kondisi retakan konstruksi Jembatan Pelor itu. Tujuannya untuk mengetahui penyebab munculnya retakan itu apakah dari beban kendaraan yang melintas atau faktor lain.


"Akan kami lihat dulu, kami belum bisa memastikan sebelum melakukan pembongkaran. Jadi pada posisi yang retak itu nanti kami bongkar dan kami analisa apa penyebabnya," tandasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved