Pemilihan Presiden 2024
Ganjar Pranowo ke Pabrik Rokok di Malang, Tegaskan Berpihak Pada Industri Rokok
Ganjar Pranowo tampak kegirangan ketika berhasil mencetak sebatang rokok di pabrik PT Karya Niaga Bersama, Kota Malang.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ganjar Pranowo tampak kegirangan ketika berhasil mencetak sebatang rokok di pabrik PT Karya Niaga Bersama, Kota Malang, Jumat (13/10/2023).
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan itu mencetak rokok dengan mesin manual. Ia didampingi seorang buruh yang memberikan instruksi cara mencetak sebatang rokok.
"Yihi! Saya dulu tidak bisa-bisa," ujar Ganjar sambil kegirangan setelah berhasil membuat sebatang rokok kretek.
Ganjar mengaku pernah mencoba mencetak rokok di Jawa Tengah. Hanya saja, ia tidak pernah bisa berhasil mencetak rokoknya saat itu. Baru di Kota Malang ini ia berhasil mencetak sebatang rokok.
"Saya dulu pernah cetak tapi remuk terus saat di Jawa Tengah. Ini tadi diajari tekniknya, langsung bisa. Mereka memang punya keterampilan sendiri," ujarnya.
Setelah mencetak rokok, Ganjar menyapa sejumlah buruh yang lain. Ia berinteraksi dengan sejumlah buruh. Ganjar menanyakan sejumlah hal seperti sudah berapa lama buruh bekerja dan sudah gajian atau belum.
Dalam pernyataannya, Ganjar mengetahui ada buruh yang sudah bekerja antara 20 sampai 30 tahun. Menurut Ganjar, iklim industri rokok kretek perlu dijaga dengan baik. Ia juga menyatakan perlu mencari jalan keluar agar industri rokok bisa bertahan di tengah persaingan global.
"Kita terus mencari jalan keluar terbaik agar indusri rokok bisa bertahan. Memang di persaingan global tidak mudah," terang Ganjar.
Saat berbincang dengan pengusaha rokok, isu terkait impor tembakau diutarakan kepada Ganjar. Selain itu, pengusaha juga mengungkapkan penolakannya terhadap RUU Kesehatan yang membahas tentang rokok.
Pengusaha berharap Ganjar bisa mengambil peran untuk melindungi para petani tembakau dan pelaku industri rokok.
Menanggapi hal tersebut, Ganjar menyatakan perlu ada regulasi yang bisa mengatur kebutuhan pelaku industri rokok. Regulasi tersebut bisa melindungi petani hingga produksi rokok di pabrik yang dicetak oleh para buruh.
"Pastikan yang impor bayar cukai agar pendapatan negara juga naik. Sekaligus melindungi petani tembakau yang sudah mempertahankan komoditas selama ini. Saya senang bisa bertemu buruh. Mereka rehat sejenak dan mengajari saya mencetak rokok," katanya.
Presiden Direktur PT Karya Niaga Bersama, Hariyanto Sarwamartani, menyatakan kedatangan Ganjar ke pabrik dan bertemu langsung pekerja menunjukan kepeduliannya terhadap industri rokok. Sejauh ini, belum ada calon presiden yang berkunjung dan berinteraksi langsung dengan pekerja rokok.
"Saya rasa Pak Ganjar ingin mengetahui kondisi lapangan, khususnya pekerja rokok kretek tangan. Saya rasa Pak Ganjar cukup perhatian sehingga datang ke sini dan melihat cara kerja pekerja rokok," ujar Hariyanto.
Menurut Hariyanto, usaha kretek tangan perlu dipertahankan karena merupakan usaha padat karya. Dijelaskan Hariyanto, saat ini ada 1.000 lebih karyawan di tempatnya bekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ganjar-Pranowo-pabrik-rokok-PT-Karya-Niaga-Bersama-KotaMalang.jpg)