Kamis, 23 April 2026

Berita Tulungagung Hari Ini

Polisi dan Tentara Patroli Skala Besar Tanggapi Video Klithih Masuk Tulungagung

Video yang disebut klithih itu jika diamati ternyata sekelompok anggota perguruan pencak silat yang mengendarai sepeda motor dengan tidak tertib.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yuli A
ist
Razia gabungan TNI/Polri untuk merespons isu klithih di Tulungagung. 

Video yang disebut klithih itu jika diamati ternyata sekelompok anggota perguruan pencak silat yang mengendarai sepeda motor dengan tidak tertib.

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Klithih atau aksi kejahatan pakai senjata tajam untuk melukai orang secara acak di jalanan dikabarkan masuk wilayah Tulungagung.

Isu ini menyebar di berbagai media sosial, awalnya dengan narasi 6 anak kedapatan membawa celurit sambil mengendarai 3 sepeda motor.

Mereka melaju di depan SMKN 1 Tulungagung ke arah selatan dan menyabetkan celurit ke siapa saja.

Salah satu video yang disebarkan diberi keterangan, “Tulungagung wis ra aman, metu awan panas metu bengi kebacok” (Tulungagung tidak aman, keluar siang panas, keluar malam kena bacok).

Kabar lainnya menyebut, pelaku di sekitar SMKN 1 Tulungagung sudah ditangkap, namun ada kelompok lain yang masih berkeliaran.

Kelompok ini keliling dari Desa Beji, Wajak Lor, Wajak Kidul, Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu, sampai di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol.

Seolah terpancing dengan isu ini, banyak warganet yang ikut menyampaikan kabar sudah ada korban pembacokan.

Namun tidak ada satu pun yang bisa mengungkap identitas korban, alamatnya dan lokasi pembacokan.

Polres Tulungagung pun membantah telah ada kelompok kejahatan jalanan klithih di Tulungagung.

“Kabar itu hoaks. Di Polsek maupun Polres tidak ada laporan korban kejahatan pembacokan seperti itu,” tegas Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno.

Selain itu daerah-daerah yang disebut dalam kabar itu juga sudah disisir petugas, dan masyarakat tidak ada yang mengetahui kabar pembacokan.

Untuk merespons keresahan masyarakat, Polres Tulungagung sampai menggelar patroli skala besar bersama TNI, pada Sabtu (4/11/2023) malam.

Namun dalam pengerahan personel besar-besaran ini tidak ditemukan indikasi adanya klithih.

“Semua daerah rawah kami sasar, tapi tidak ada indikasi ada klithih. Patroli ini sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” sambung Mujiatno.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved