Breaking News

Berita Viral

Viral ART Naik Bus Dikejar Polisi Bawa Uang Rp 34 Juta Pecahan Dollar & Emas, Terjadi di Trenggalek

Viral ART naik bus dikejar polisi saat bawa uang Rp 34 juta pecahan dollar dan kotak emas menjadi sorotan. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Tribun Jatim Network
Viral ART Naik Bus Dikejar Polisi Bawa Uang Rp 34 Juta Pecahan Dollar & Emas, Terjadi di Trenggalek 

SURYAMALANG.COM - Viral ART naik bus dikejar polisi saat bawa uang Rp 34 juta pecahan dollar dan kotak emas menjadi sorotan. 

Kejadian ART naik bus dikejar polisi ini terjadi di Trenggalek, Jawa Timur. 

Satreskrim Polres Trenggalek telah melakukan pemeriksaan terhadap R, seorang wanita yang diduga menjadi pelaku pencurian dengan pemberatan.

Kasatreskrim polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin mengatakan R diduga telah melakukan membawa lari sejumlah uang milik majikannya sendiri.

Diketahui R yang merupakan warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.

Ia membawa kabur sejumlah uang dengan pecahan rupiah, Dollar Amerika Serikat, Ringgit Malaysia, Riyal Saudi Arabia, Yen Jepang, hingga Dolar Taiwan.

"Nilainya total kalau dikonversi ke rupiah adalah Rp 34 juta 124 ribu 980," kata Abidin, Kamis (30/11/2023).

Untuk penyelidikan lebih lanjut, Satreskrim Polres Trenggalek menyerahkannya kepada Polsek Sukolilo, Surabaya mengingat tempat kejadian perkara berada di Sukolilo.

Viral ART Naik Bus Dikejar Polisi Bawa Uang Rp 34 Juta Pecahan Dollar & Emas, Terjadi di Trenggalek
Viral ART Naik Bus Dikejar Polisi Bawa Uang Rp 34 Juta Pecahan Dollar & Emas, Terjadi di Trenggalek (Tribun Jatim Network)

Baca juga: Kisah KOH Bocah SD Naik Sepeda 36 Km Saat Malam Hari Demi Ketemu Ibu, Anak Berkebutuhan Khusus

Baca juga: Alhamdulillah Egi Atlet Renang Akhirnya Juara Dua, Viral Nangis Dicurangi, Panitia: Human Error

"Sudah saya serahkan ke Polsek Sukolilo, baik tersangka maupun barang bukti," ujar Abidin.

Sebelumnya diberitakan, Satlantas Polres Trenggalek mengamankan seorang ibu-ibu berinisial R (39) yang diduga menjadi pelaku pencurian dengan pemberatan, Rabu (29/11/2023).

R diamankan Polisi Lalu Lintas (Polantas) saat menumpang Bus Harapan Jaya untuk pulang dari Surabaya ke Trenggalek.

Polantas menghentikan bus tersebut tepat di Simpang Tiga Widowati, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

"Anggota kita dari turjawali menerima telepon dari rekan Reskrim Polsek Sukolilo (Surabaya) pukul 11.00 WIB bahwa ada seorang tersangka berinisial R rumahnya di sekitar Trenggalek," ucap Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Mulyani, Rabu (29/11/2023).

Dari informasi tersebut diketahui warga Kelurahan Sumbergedong tersebut sedang perjalanan pulang menuju Trenggalek.

"Petugas lalu mengadakan penghadangan bus di sepanjang jalan Tulungagung - Trenggalek akhirnya kita temukan seorang ibu-ibu," lanjutnya.

Saat diamankan, perempuan yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut membawa sebuah tas berisi puluhan lembar uang dengan beberapa mata uang mulai dari dolar Amerika, Ringgit, hingga yen.

"Selain itu ada sebuah kotak berisi (sepasang cincin) emas," lanjutnya.

Satlantas Polres Trenggalek mengamankan seorang emak berinisial R (39) yang diduga menjadi pelaku pencurian dengan pemberatan, Rabu (29/11/2023).

Viral ART Naik Bus Dikejar Polisi Bawa Uang Rp 34 Juta Pecahan Dollar & Emas, Terjadi di Trenggalek
Viral ART Naik Bus Dikejar Polisi Bawa Uang Rp 34 Juta Pecahan Dollar & Emas, Terjadi di Trenggalek (Tribun Jatim Network)

R atau emak diamankan polisi Lalu Lintas (Polantas) saat menumpang Bus Harapan Jaya untuk pulang dari Surabaya ke Trenggalek.

Polantas menghentikan bus tersebut tepat di Simpang Tiga Widowati, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

"Anggota kita dari Unit Turjawali menerima telepon dari rekan Reskrim Polsek Sukolilo (Surabaya) pukul 11.00 WIB bahwa ada seorang tersangka berinisial R rumahnya di sekitar Trenggalek," ucap Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Mulyani, Rabu (29/11/2023).

Dari informasi tersebut diketahui warga Kelurahan Sumbergedong tersebut, dimana si emak perjalanan pulang menuju Trenggalek menumpang bus.

"Petugas lalu mengadakan penghadangan bus di sepanjang jalan Tulungagung - Trenggalek akhirnya kita temukan seorang ibu-ibu," lanjutnya.

Saat diamankan, perempuan yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut membawa sebuah tas berisi puluhan lembar uang dengan beberapa mata uang mulai dari dolar AS, Ringgit, hingga yen.

"Selain itu ada sebuah kotak berisi (sepasang cincin) emas," lanjutnya.

Mulyani sendiri belum bisa memastikan bagaimana modus dugaan pencurian dan pemberatan yang dilakukan R, serta siapa korbannya.

"Saat ini masih dimintai keterangan di Satreskrim, korban dan modus masih dalam penyelidikan," pungkasnya.

R, ART Terduga Pelaku Pencurian dengan Pemberatan Saat Diperiksa di Pos Polantas Widowati, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Ia bawa lari uang majikan sebanyak Rp 34 juta dengan pecahan Dolar, Riyal hingga Yen, Kamis, (30/11/2023). (Istimewa)

 

Tak semua hubungan ART dan majikan seperti yang ada di atas.

Ada pula ART dan majikan yang hubungannya dekat.

Saking dekatnya sampai rela menghabiskan banyak uang.

Seorang majikan biaya pengobatan kanker ARTnya.

Alasan di balik sikap sang majikan terungkap.

Rupanya ada pengalaman kelam.


Kisah ini terjadi di Filipina.

Majikan yang membayar biaya pengobatan ARTnya bernama Fu.

Fu membantu biaya pengobatan ART sebesar 30.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 344 juta selama 30 tahun, seperti dikutip dari Tribunnews.

Ia memutuskan membantu biaya pengobatan setelah mengetahui sang ART didiagnosis kanker payudara.

Pembantu rumah tangga bernama Judith ini kemudian menceritakan awal mula ketika mengalami sakit.

Berawal dari bulan Mei, Judith pertama kali merasakan sakit di dadanya.

Awalnya, ia mengira itu hanya ketegangan otot.

Sehingga ia mengabaikan rasa sakit itu.

Namun ketika mandi, Judith menemukan benjolan keras di payudara bagian kanan, dikutip dari Asiaone.

Setelah itu, ia memberi tahu majikannya tentang kondisinya.

Sang majikan akhirnya memutuskan untuk membawa Judith ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah menjalani pemeriksaan, Judith didiagnosis menderita kanker payudara stadium dua yang telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Kemudian dokter memberitahu agar dia memerlukan mastektomi.

Fu mengatakan jika operasi telah dilakukan pada bulan Juli dan berjalan lancar.

Namun Judith harus melakukan kemoterapi setelah operasi.

“Setelah operasinya pada bulan Juli, dokter melakukan biopsi dan memberi tahu kami bahwa dia harus menjalani 16 putaran kemoterapi," kata Fu kepada kantor berita Shi Min.

Saat ini, Judith diketahui telah menjalani 3 sesi kemoterapi.

“Dia telah menyelesaikan tiga sesi kemoterapi,” kata Fu.

Untuk membantu Judith, Fu dan keluarganya sejauh ini telah membayar lebih dari 30.000 dollar Singapura untuk biaya operasi, rumah sakit, konsultasi, dan lainnya.

Biaya di atas belum termasuk biaya kemoterapi yang dibanderol sekitar 24.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 275 juta.

Judith merupakan warga negara Filipina, sehingga tidak mendapat subsidi untuk biaya pengobatannya di Singapura.

“Jika dia membutuhkan pengobatan atau konsultasi lanjutan, biayanya bisa sangat besar,” kata Fu.

Saat ini, saya hanya bisa melakukan yang terbaik untuk menemukan cara menghadapinya dan membantunya melewati masa-masa sulit," jelasnya.

Fu juga mengungkapkan bahwa dirinya menderita kanker payudara enam tahun lalu.

Kemudian ia menjalani operasi.

“Karena saya mengalami penyakit yang sama, saya merasa sangat sedih ketika melihat pekerja kami berjuang melawan penyakit yang sama. Saya berharap dia dapat segera pulih.”

Fu menjelaskan kepada Shin Min bahwa dia ingin membantu Judith semampu dia.

Ia juga menjelaskan kedekatan Judith terhadap kedua putra Fu.

“Dia sangat penting bagi keluarga kami,” kata Fu.

Judith juga mengatakan bahwa majikannya memperlakukannya dengan sangat baik.

Meski kontraknya akan berakhir bulan depan, Judith berniat memperbaruinya dua tahun lagi agar bisa membalas kebaikan majikannya.

“Saya beruntung bertemu dengan majikan seperti itu," kata Judith.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved