Jumat, 1 Mei 2026

Fashion Show

Melihat dri Dekat Para Perempuan Ayu Berkebaya Model Klasik hingga Modern di Surabaya

Para perempuan ayu berbusana kebaya beragam model berlenggak-lenggok di restoran De Soematra 1910, Surabaya, Sabtu (23/12/2023).

Tayang:
Editor: Yuli A
ahmad zaimul haq
Para perempuan ayu berbusana kebaya beragam model berlenggak-lenggok di restoran De Soematra 1910, Surabaya, Sabtu (23/12/2023). 

Reporter: Nur Ika Annisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Para perempuan ayu berbusana kebaya beragam model berlenggak-lenggok di restoran De Soematra 1910, Surabaya, Sabtu (23/12/2023).

Mereka memeragakan desain busana bergaya klasik hingga modern. Acara peragaan busana itu digelar oleh Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) DPD Jatim dalam rangka memperingati hari ibu

Event ini menampilkan karya-karya para desainer dan pemerhati di bidang fesyen kebaya. Sebanyak 10 desainer menampilkan busana kain Indonesia hingga karya aksesoris.

“Kami angkat tema pesona Indonesia, tidak berbatas pada batik, tetapi juga ada kain tenun, kebaya, juga aksesoris apalagi Jawa Timur dengan kain yang memiliki beragam corak motif,” ungkap ketua panitia acara, Nanik Prastiyaningsih, Sabtu (23/12/2023).

Perempuan yang akrab disapa Tiya ini mengatakan, KKI tidak hanya bersegmen perempuan dewasa. 

Begitu pun dengan pemakaian kebaya, tetapi juga mengajak para generasi millenial. Salah satunya, mengajak millenial turut terlibat dalam fashion show kali ini.

“Kebaya itu bukan hanya mengarah ke busana ibu-ibu, tapi millenial juga kami arahkan. Kami sosialisasikan, bagaimana kesan kebaya itu bukan hanya ibu-ibu tetapi harus menanamkan kepada millenial untuk bisa mencintai busana Indonesia,” ungkapnya.

Para perempuan ayu berbusana kebaya beragam model berlenggak-lenggok di restoran De Soematra 1910, Surabaya, Sabtu (23/12/2023).
Para perempuan ayu berbusana kebaya beragam model berlenggak-lenggok di restoran De Soematra 1910, Surabaya, Sabtu (23/12/2023). (ahmad zaimul haq)


Sementara itu, Ketua KKI DPD Jatim Mieke Sifora mengatakan, peragaan busana ini bagian dari melestarikan budaya melalui fesyen.

Di antaranya, pelatihan membatik, memakai kebaya, dan juga pelatihan bagi UMKM terkait pemberdayaan perempuan.

“Kebaya dipakai bukan hanya acara tertentu. Pegawai negeri sipil (PNS) pun sudah banyak pakai kebaya setiap hari rabu dan jumat, mahasiswa juga sudah banyak memakai kebaya di hari sabtu. Itu yang sudah dijalankan di kampus-kampus, yang saya lihat,” ungkapnya.

 


Mieke optimis kebaya bisa diterima oleh semua kalangan dan dapat digunakan oleh generasi anak muda di berbagai acara. 

 


Kebaya simpel seperti model kartini yang bukan pakem disebut dapat digunakan untuk sehari-hari dan dipadu dengan pilihan outfit lainnya seperti aksesoris bahkan menggunakan sneaker.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved