Breaking News
Jumat, 24 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kejari Kabupaten Malang Usut Proyek Rehab 18 SDN

Rehabilitasi sekolah-sekolah tersebut sempat mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang mengusut proyek rehabilitasi 18 SDN di Kabupaten Malang, termasuk SDN 3 Sumberdem yang berada di Kecamatan Wonosari.

Rehabilitasi sekolah-sekolah tersebut sempat mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Kejari sudah memeriksa sejumlah saksi terkait proyek-proyek tersebut, mulai para kepala SDN yang menerima rehabilitasi itu, sampai pejabat Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.

"Kami sedang dalami perkaranya," ujar Rahmat Supriady, Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (9/1).

Mantan penyidik KPK ini belum menjelaskan detail terkait indikasi dugaan penyimpangan dalam proyek-proyek tersebut. Menurutnya, saat ini baru dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dari para saksi. "Sekarang baru tahap pulbaket. Sabar ya," terangnya.

Anggota DPRD Kabupaten Malang, Unggul Nugroho mengapresiasi respons cepat mantan Kajari Tanjung Perak tersebut. Unggul berharap Kejari mengusut proyek-proyek tersebut.

Unggul menyebutkan proyek rehabilitasi SDN 3 Sumberdem bisa menjadi pintu masuk untuk mengusut dugaan penyimpangan di proyek-proyek tersebut. Selama ini sudah banyak wali murid yang mengeluhkan adanya proyek-proyek tersebut.

Unggul mengaku mengetahui kualitas pengerjaan proyek rehabilitasi SDN 3 Sumberdem. "Sekolah itu hanya berjarak sekitar 1 kilomete r(KM) dari rumah saya. Saya paham kualitas pekerjaannya. Saat proyek rehabilitasi sedang berlangsung pada Oktober 2023, sudah ada wali murid yang mengadu," kata Unggul.

Proyek rehabilitasi SDN 3 Sumberdem mendapat anggaran sekitar Rp 149 juta. Sedianya anggaran tersebut untuk mengganti genting, plafon, dan kerangka atap dari gafalum. Ternyata proyek di sekolah tersebut tidak sesuai harapan.

Misalnya kerangka kuda-kudanya diduga tetap menggunakan bekas kayu dari bangunan sekolahan itu. Dari tiga ruang, hanya 416 buah genting yang diganti baru, dan sisanya menggunakan genting lama.

Saat pengerjaan proyek, memang semua genting diturunkan. Ternyata genting itu hanya dicuci, kemudian dipasang lagi ke tempat semula.

"Bahkan wali murid dikerahkan saat mencuci genting itu. Selain itu pihak sekolah juga mengeluarkan biaya sendiri untuk mengecat tembok ruangan yang habis direhab," imbuhnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved