Berita Malang Hari Ini
Bantuan APBN Belum Jelas, Pasar Besar Malang Tak Bisa Diperbaiki Tahun Ini
Pemkot Malang tidak bisa memperbaiki Pasar Besar Malang (PBM) pada tahun ini.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang tidak bisa memperbaiki Pasar Besar Malang (PBM) pada tahun ini. Sampai sekarang belum ada kejelasan anggaran untuk perbaikan PBM, termasuk bantuan dari APBN.
Pemkot menyiapkan dua opsi untuk perbaikan PBM, yaitu perbaikan total dan renovasi. Untuk perbaikan total butuh dana antara Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar. Sedangkan untuk renovasi butuh dana antara Rp 200 miliar sampai Rp 300 miliar.
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan rencana perbaikan PBM tidak bisa dilaksanakan pada 2024. "Sampai sekarang bantuan dari APBN belum ada kejelasan," ujar Made kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (18/1).
Bagi Pemkot Malang, dana untuk perbaikan PBM sangat besar. Apalagi Pemkot harus mengalihkan sejumlah anggaran untuk pengendalian dan pengurangan kemiskinan dan pengendalian inflasi di Kota Malang.
Besarnya anggaran untuk perbaikan PBM itulah yang membuat Pemkot berharap mendapat kucuran dari APBN. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan pemerintah pusat cukup serius memperhatikan PBM.
Ketika Presiden Joko Widodo ke Kota Malang, ada pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang meninjau PBM.
"Setelah melihat kondisinya, pemerintah pusat memberi lampu hijau untuk perbaikan PBM," kata Wahyu.
PBM butuh renovasi pada sisi sirkulasi udara, pencahayaan, dan lantai. Atap yang bocor mengakibatkan lantai becek. Kondisi di dalam PBM juga gelap karena cahaya matahari tidak bisa masuk. "Ini yang akan diperbaiki di PBM," tambahnya.
Pemkot akan datang ke Kementerian PUPR untuk membahas kebutuhan teknis menentukan opsi perbaikan PBM. Wahyu menyebutkan dua opsi itu sama-sama memiliki dampak positif dan negatifnya. Jika ada pembangunan ulang, maka akan ada potensi penolakan dari pedagang. Jika hanya renovasi, perbaikan tidak akan menyeluruh.
"Pedagang takut setelah pembongkaran itu, mereka tidak bisa menempati kios kembali. Ini yang akan menjadi pertimbangan kami," paparnya.
Sementara itu, Humas Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama), Agus Priambodo mengatakan pedagang tidak ingin PBM dibangun ulang. Menurutnya, struktur bangunan PBM masih kokoh. "Kami memang takut relokasi karena pendapatan akan menurun, dan letak bedak bisa berubah," tutur Agus.
Selama belum ada opsi perbaikan, Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang hanya menyiapkan biata perawatan PBM. Diskopindag menyiapkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk perawatan PBM pada tahun ini.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki beberapa kerusakan di PBM. "Misalnya perbaikan atap, talang air, dan sistem drainase yang sudah rusak," kata Eko.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.