Kamis, 11 Juni 2026

Berita Malang Hari Ini

Makan Sepuasnya Cukup Bayar Rp 2.000 di Warung Sedekah Technopreneurship ITN Malang

Mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin D3 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuka warung sedekah di sekitar SPBU Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
DOK./ITN MALANG
Warung sedekan yang dikembangkan mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin D3 ITN Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Mahasiswa Prodi D3 Teknik Mesin D3 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuka warung sedekah di sekitar SPBU Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang.

Siapa saja bisa makan sepuasnya di warung bernama Warung Sedekah Technopreneurship (WRST) tersebut dengan membayar Rp 2.000.

Warung sedekan menyediakan aneka menu, seperti nasi sop, nasi ayam, nasi campur, nasi lodeh, dan sebagainya.

"Dengan Rp 2000, pelanggan bisa mengambil nasi dan lauk sendiri sepuasnya. Pelanggan boleh menambah, tapi dengan syarat harus dimakan di tempat alias tidak boleh dibawa pulang," kata Aladin Eko Purkuncoro, Kaprodi Teknik Mesin D3 ITN Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (2/2).

Mahasiswa memang menetapkan harga Rp 2.000 untuk semua menu karena tujuan membuka warung untuk bersedekah, dan berbagi kepada orang lain. Pelanggan warung sedekah mulai dari sopir angkot, mahasiswa, atau pengguna jalan lain.

Aladin mengatakan warung sedekan tersebut untuk penambahan nilai mata kuliah bagi mahasiswa.

"Kami juga ingin menumbuhkan jiwa wirausaha. Jadi, mahasiswa bisa membuat produk, dan menjualnya ke masyarakat," terang Aladin.

25 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini duduk di semester 3 Teknik Mesin D3. Kegiatan ini sebagai praktik mata kuliah Technopreneurship.

Aladin memastikan warung sedekah tidak mengganggu perekonomian warga sekitar. Dalam pengelolaan warung sedekah ini, mahasiswa tidak memasak sayur dan lauk. Mahasiswa membeli sayur dan lauk ke warung makan di sekitar SPBU Tlogomas. "Mahasiswa hanya memasak nasi," imbuhnya.

Karena berawal dari mata kuliah, pengelolaan WRST dikonsep secara matang. Mahasiswa membuat kepanitiaan, mulai dari bendahara, bagian peralatan, bagian bahan, parkir, dan sebagainya.

Setelah warung buka, mahasiswa menjalankan fungsi masing-masing. Mahasiswa juga harus promosi agar pelanggan mampir ke warung. Mahasiswa juga harus memberi pelayanan kepada pelanggan, pelayanan parkir, sampai penataan sampah agar warung tetap bersih dan rapi.

Semua mahasiswa mendapat bagian untuk memegang mic untuk promosi kepada pelanggan. Menurutnya, metode ini membuat mahasiswa belajar berbicara, dan juga belajar promosi.

"Ini juga melatih bekerja secara team work. Kelak saat bekerja, diharap mahasiswa bisa cepat beradaptasi. Selain akademik, keterampilan non- teknis juga penting, seperti komunikasi, rasa tanggung jawab, rasa memiliki, dan kolaboratif," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved