Jumat, 24 April 2026

Analisa Psikolog Forensik Baca Gerak-gerik Yudha Arfandi di Kolam Renang, Manfaatkan Kelemahan CCTV

Analisa psikolog forensik baca gerak-gerik Yudha Arfandi di kolam renang saat menenggelamkan Dante, manfaatkan kelemahan CCTV.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Instagram @lambe_turah
Yudha Arfandi tersangka dugaan kasus pembunuhan. Psikolog Forensik baca gerak-gerik pacar Tamara Tyasmara di kolam renang, manfaatkan kelemahan CCTV 

SURYAMALANG.COM, - Analisa psikolog forensik baca gerak-gerik Yudha Arfandi di kolam renang saat menenggelamkan Dante terungkap. 

Yudha Arfandi diduga berani melakukan aksinya terhadap Dante karena melihat celah dan kelemahan dari posisi kamera pengintai alias CCTV

Dante (6) merupakan anak semata wayang artis Tamara Tyasmara sedangkan Yudha Arfandi merupakan pacar Tamara. 

Sebagai orang yang dititipi Dante saat berenang, Yudha Arfandi disimpulkan polisi menenggelamkan korban sebanyak 12 kali di kolam renang kedalaman 1,5 meter. 

Reza Indragiri Amriel, seorang psikolog forensik menilai letak CCTV yang tersembunyi bisa jadi dibaca sebagai peluang oleh pelaku untuk melakukan kejahatan.

Alhasil, Yudha Arfandi yang tidak melihat ada CCTV di lokasi berasumsi tidak ada yang mengawasi tindak-tanduknya.

Akibat merasa aman, pelaku akhirnya berani melancarkan aksi bejatnya kepada Dante.

"Nah, nasib malang Dante boleh jadi turut disebabkan oleh posisi CCTV yang tersembunyi dan tidak adanya subsistem yang siaga memonitor tangkapan visual CCTV," kata Reza kepada WartaKotalive.com, Sabtu (10/2/2024).

Baca juga: Viral Siswa SMK Pembunuh Satu Keluarga Diduga Dianiaya Napi Lain di Penjara, Polisi Buka Suara

Artikel WartaKotalive.com 'Pakar: Tewasnya Dante Bukti CCTV Tak Bisa Tangkal Kejahatan'.

Sadisnya perlakuan Yudha Arfandi ke anak Tamara Tyasmara
Sadisnya perlakuan Yudha Arfandi ke anak Tamara Tyasmara (YouTube)

Reza menganalisa kelemahan itulah yang mungkin berhasil dibaca oleh pelaku dan terbukti dari total rekaman CCTV 2 jam 1 menit, Dante ditenggelamkan berulang kali.

"Namun tidak ada respons kegentingan dari pihak kolam renang untuk menolong Dante," kata Reza. 

Itu sebabnya menurut Reza, CCTV memang sebaiknya tidak diletakkan di tempat tersembunyi, jika tujuannya mencegah kejahatan.

"CCTV harus diperlihatkan agar calon kriminal tahu bahwa ia diawasi sehingga--setidaknya--urung beraksi di lokasi tersebut," ujar Reza.

Yudha Arfandi juga sudah beberapa kali mempelajari lokasi.

Psikolog forensik pun menyimpulkan jika benar ada pengecekan ini, maka ada dugaan jika insiden kematian Dante ini direncanakan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved