Sabtu, 11 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kepanikan Warga Kota Malang Ditengarai Lambungkan Harga Beras

Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri pembukaan pasar murah di Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Selasa (20/2/2024).

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Gelaran Pasar Murah di Lapangan Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (20/2/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kenaikan harga beras yang terjadi di Kota Malang ditengarai karena kekhawatiran masyarakat akan stok beras.

Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri pembukaan pasar murah di Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Selasa (20/2/2024).

Wahyu menerangkan, kekhawatiran warga akan stok beras itu berimbas pada istilah panic buying, warga membeli beras di luar batas karena khawatir akan kehabisan stok.

Padahal, menurut Wahyu, stok beras saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat menganggap stok beras terbatas sehingga banyak yang beli secara tidak kendali. Akibatnya, harga beras tinggi. Stok beras ada, kami siap."

"Harga beras kami khawatirkan dimainkan oleh distributor. Sehingga  dengan adanya pasar murah, masyarakat tidak perlu resah,” ujar Wahyu.

Wahyu meminta masyarakat tidak perlu panik terhadap stok beras. Pemerintah Kota Malang telah berkoordinasi dengan Bulog untuk kebutuhan pasokan beras. Di Bulog Malang, ada pasokan cadangan sebanyak 6.500 ton.

“Dirasakan warga, harga beras atau stok tidak ada sehingga panic buying. Masyarakat tidak perlu panik. Stok ada, kami tinggal menekan harga menjelang Ramadan ini, semoga tidak ada harga yang naik tinggi,” harap Wahyu.

Wahyu juga mengatakan bahwa Pemilu yang baru saja berlangsung telah memberikan dampak tersendiri bagi kenaikan harga beras. Sejauh ini, Pemkot Malang masih belum melihat adanya permainan ilegal yang mengakibatkan harga beras naik.

“Tapi yang jelas, seperti saat rapat dengan tim inflasi pusat. Mengingatkan kepada distributor agar tidak ada yang membuat masyarakat resah. Kami di TPID juga ada tim Satgas Pangan, biarkan mereka yang bergerak, kami bekerja untuk upayakan harga stabil,” papar Wahyu.

Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina menjelaskan stok yang ada di gudang saat ini mencapai 6.500 ton. Stok itu cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga selesai Lebaran 2024. Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap kebutuhan beras.

“Kami akan berkolaborasi melaksanakan kegiatan operasi pasar murah, maupun penyaluran ke ritel modern, pasar tradisional, dan toko modern. Itu yang bisa dilakukan Bulog untuk menekan harga,” kata Siane.

Selama ini, Bulog mengeluarkan beras stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP). Pasokan ini digelontorkan secara bertahap dari gudang Bulog. Pemkot Malang akan memberikan subsidi transportasi ke Bulog jika harga beras tidak ada kabar turun dalam beberapa waktu ke depan.

Siane juga meminta agar pihak-pihak yang tidak berwenang terhadap distribusi SPHP bisa mengerti kondisi. Beras SPHP diperuntukan kepada masyarakat agar harganya terjangkau. Jika ada pihak yang melakukan pelanggaran, Bulog Cabang Malang menyerahkan mekanisme penindakan kepada tim.

“Kan ada Satgas Pangan, itu kami bekerja sama. Kami semua ada tim. Kami akan kerja sama. Kalau memang ada selain Bulog, itu sudah di luar kewenangan kami,” ujar Siane.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved