Berita Malang Hari Ini
Tips Agar Air Hujan Layak Konsumsi Menurut Prof Dr Ainur Rofieq MKes
Meski secara kasat mata terlihat bersih, namun ketika jatuh ke tanah atau atap, air hujan dapat tercemar polusi seperti debu, kotoran burung, dll.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM MALANG - Pada daerah yang saat kemarau sulit air, musim hujan menjadi berkah. Tak jarang ar hujan ditampung untuk keperluan sehari-hari.
Tak banyak yang tahu jika air hujan tak selalu layak konsumsi. Menurut Prof Dr Ainur Rofieq MKes, dosen program studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyatakan bahwa air hujan bisa diminum tapi dengan beberapa faktor keamanan yang harus dipenuhi.
Meski secara kasat mata terlihat bersih, namun ketika jatuh ke tanah atau atap, air hujan dapat tercemar polusi seperti debu, kotoran burung atau bahan kimia yang ada di udara. "Selama hujan deras, air tanah dapat terkontaminasi dengan berbagai bahan kimia dan mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan manusia," kata dia.
Dikatakan, mikroba seperti bakteri, virus, dan parasit dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kolera, demam tifoid, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan, dan bahkan kolera. Selain itu, air hujan memiliki kandungan asam yang tinggi. Kondisi ini dapat merusak lingkungan dan mengurangi kualitas air.
Sementara logam berat seperti timbal atau merkuri yang mungkin terdapat dalam air hujan juga berbahaya bagi kesehatan jika terkonsentrasi dalam jumlah tinggi. Karena itu, sebelum dikonsumsi penting untuk selalu memastikan bahwa air hujan telah dimasak dahulu untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mungkin ada di dalamnya.
Penggunaan alat penyaring atau pembersih air yang sesuai juga dapat membantu memastikan air hujan aman untuk diminum. Menurutnya, dengan memahami risiko-risiko terkait dengan air hujan yang terkontaminasi, kita dapat menjaga kualitas air minum kita dan melindungi diri serta keluarga kita dari bahaya yang mungkin timbul.
Prof Dr Ainur Rofieq MKes, dosen program studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/PANEN-AIR-Salah-satu-cara-memanen-air-hujan-dari-atap-rumah-ke-tangki-penampungan.jpg)