Link Live Streaming Sidang Isbat Hari Ini Penetapan Awal Ramadan 2024, Tonton di Youtube
Link live streaming sidang isbat hari ini penetapan awal Ramadan 2024 digelar Kemenag, tonton di Youtube.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Ikuti link live streaming sidang isbat hari ini untuk penetapan awal Ramadan 2024 atau 1 Ramadan 1445 Hijriah.
Sesuai jadwal, link live streaming sidang isbat hari ini akan digelar Minggu (10/3/2024) pukul 17.00 WIB.
Sedangkan link live streaming sidang isbat disiarkan secara langsung dari Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jakarta.
Adapun keputusan sidang isbat ini akan mengacu hasil pantauan atau rukyatul hilal di 134 lokasi di seluruh Indonesia.
Baca juga: Curhat Intan Nurliana Kena Mental Dihujat Netizen Indonesia, Ungkap Alasan Beri Jakarta Rating 0
Artikel TribunJabar.id 'LINK Live Streaming Sidang Isbat Awal Ramadhan 2024, Digelar Minggu 10 Maret'.
Baca juga: Cerita Staf Khusus Presiden, Jokowi dan Iriana Makan Nasi Putih dan Kerupuk, Tak Protes Daging Alot
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin menuturkan, kegiatan ini akan digelar secara hybrid, yakni daring dan luring.
“Sidang isbat ini merupakan layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” ucap Kamaruddin, dilansir dari laman Kemenag.
Masyarakat bisa menyaksikan siaran sidang Isbat secara langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam.
Berikut link live streaming sidang isbat : https://www.youtube.com/@BimasIslamT
Usulan Sidang Isbat Ditiadakan dan Perlunya Sidang Isbat Digelar
Usulan meniadakan sidang isbat sebelumnya sempat disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti.
Abdul Muti menyarankan agar Kementerian Agama RI tak lagi menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan 1445 Hijriah.
Menurut Abdul, pemerintah sudah menyepakati kriteria bulan baru Hijriyah bersama Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) dengan kriteria tinggi posisi bulan 3 derajat di atas ufuk dan sudut elongasi di atas 6,4 derajat.
Sedangkan dari perhitungan astronomi sudah diprediksi saat sidang isbat 10 Maret posisi bulan berada di bawah kriteria MABIMS.
"Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS dimana salah satu syarat adalah posisi hilal 3 derajat di atas ufuk. Pada saat awal Ramadan (10 Maret), posisi hilal di bawah 1 derajat," kata Abdul Muti kepada Kompas.com (grup suryamalang) melalui pesan singkat, Jumat (8/3/2024).
Baca juga: Rezeki Kurnia Meiga Jadi Model Iklan Parfum Setelah Cerai, Medali dan Dagangan Diborong Willie Salim
Artikel Kompas.com 'Soal Usulan Sidang Isbat Ditiadakan, Gus Yahya: Sudah Aturan Pemerintah'.
Baca juga: Viral Kisah Mujib Nangis Pulang Kerja Makan Nasi Basi Kiriman Ibu, Terungkap Cerita Pilu di Baliknya
Abdul Muti mengatakan, sidang isbat penentuan hari raya Idul Fitri juga tak diperlukan karena sudah terhitung ketinggian bulan di akhir Ramadan 1445 H mencapai 6 derajat sehingga memenuhi kriteria MABIMS.
"Pada saat akhir Ramadan posisi jauh di atas 6 derajat," imbuh Abdul Muti.
Abdul Muti menilai, sidang isbat tak perlu digelar karena pergerakan bulan dan benda langit sudah bisa dihitung secara presisi di masa kini untuk menentukan waktu ibadah puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri.
Menggelar sidang isbat pada sesuatu yang sudah bisa dihitung sebelumnya hanya akan membuang anggaran.
"Dengan tidak diadakan isbat, lebih menghemat anggaran negara yang secara keuangan sedang tidak baik-baik saja," tandas Abdul Muti.
Menjawab usulan itu, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyebut sidang isbat sudah menjadi ketentuan pemerintah.
“Ya pertama sidang isbat itu sudah menjadi aturan, jadi ketentuan pemerintah, sehingga untuk menghapus itu membutuhkan proses panjang,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).
“Tidak bisa tiba-tiba lalu misalnya menteri agama tiba-tiba bilang tahun ini nggak ada sidang isbat, tentu kami juga akan protes juga karena ini sudah menjadi aturan,” tambah dia.
Gus Yahya menambahkan sidang isbat juga bertujuan untuk menciptakan harmoni masyarakat dalam bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Bagi Nahdlatul ulama, kata Gus Yahya awal bulan Ramadan dan Idul Fitri itu ditentukan berdasarkan hasil rukyah hilal.
Gus Yahya menambahkan para kiai di NU juga mengatakan tidak boleh mengumumkan pandangan yang berbeda kalau sudah ada penetapan sidang isbat dari pemerintah.
“Karena ada aturan bahwa pemerintah melakukan sidang isbat maka kami dengan ini menyandarkan diri pada hasil sidang isbat itu sendiri dari pemerintah. Maka karena ada aturan sidang isbat itu, kami akan menunggu dan mengikuti hasil sidang isbat itu dari pemerintah,” ungkap Gus Yahya.
Sedangkan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Adib mengatakan, sidang isbat perlu dilakukan karena banyak kelompok umat Islam punya metode berbeda-beda dalam penetapan awal bulan Hijriyah.
Itu sebabnya negara hadir sebagai bentuk memberikan acuan bagi umat Islam yang mungkin tidak mengacu pada kelompok ormas tertentu.
"Sidang isbat dibutuhkan sebagai forum bersama mengambil keputusan. Ini diperlukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan acuan bagi umat Islam untuk mengawali puasa Ramadan dan berlebaran," ujar Adib di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Adib menyampaikan, sidang isbat menjadi forum musyawarah para ulama, pakar astronomi, ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam termasuk instansi terkait dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Sidang tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Perwakilan Mahkamah Agung, Perwakilan MUI dan Perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Lalu hadir juga Perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Perwakilan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kemudian ada juga Perwakilan Planetarium Jakarta, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.
"Hasil musyawarah dalam sidang isbat ditetapkan oleh Menteri Agama agar mendapatkan kekuatan hukum" ucap Adib.
"Jadi bukan pemerintah yang menentukan jatuhnya awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Pemerintah hanya menetapkan hasil musyawarah para pihak yang terlibat dalam sidang isbat,” imbuh Adib.
Baca juga: Kisah ODGJ Lulusan S3 di Amerika Bertemu Nikita Mirzani, Janji Mau Sembuh dan Mahir Bahasa Inggris
Artikel Kompas.com 'Kemenag Paparkan Alasan Sidang Isbat Perlu Digelar'.
Baca juga: Penghasilan Fantastis Tukang Bersih Makam Rp 10 Juta Naik Jelang Ramadan, Rochmadi Cerita Caranya
Adib juga menyampaikan, Isbat penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah bukan hanya dilakukan Indonesia saja.
Negara-negara Arab juga melakukan isbat setelah mendapatkan laporan rukyat dari lembaga resmi pemerintah atau perseorangan yang sudah terverifikasi dan dinyatakan sah oleh Majlis Hakim Tingginya.
Bedanya, Indonesia menggunakan mekanisme musyawarah dengan seluruh peserta sidang isbat.
"Inilah yang menjadi nilai lebih bahwa keputusan diambil bersama, nilai-nilai demokrasi sangat tampak dengan kehadiran seluruh ormas yang hadir pada saat sidang isbat," ujar Adib.
Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas pun meminta agar umat Islam menyikapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadan dengan toleransi.
Ikuti saluran SURYA MALANG di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaMBHbB3rZZeMXOKyL1e
link live streaming sidang isbat hari ini
link live streaming sidang Isbat
link live streaming
live streaming sidang isbat
live streaming
sidang isbat
1 Ramadan 1445 Hijriah
penetapan awal Ramadan 2024
Ramadan
suryamalang
Inilah 6 Desa di Kabupaten Aceh Tamiang Terima Dana Desa 2025 Tertinggi hingga Rp1,7 Miliar |
![]() |
---|
Thom Haye Jadi Pemain Termahal di Indonesia, Segini Gajinya Bergabung Persib Bandung |
![]() |
---|
ADA 4 Syarat Andre Rosiade untuk Pratama Arhan Sebelum Menikahi Azizah Salsha, Kini Berakhir Cerai |
![]() |
---|
Lirik Sholawat Jibril Shallallahu ala Muhammad Dibaca 1000 Kali Saat Malam Jumat, Penarik Rezeki |
![]() |
---|
Penyebab Cerai Pratama Arhan dan Azizah Secepat Kilat 2 Kali Sidang Langsung Beres, Masih Bisa Rujuk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.