Senin, 4 Mei 2026

Berita Viral

Fakta Kematian Airul Santri Ponpes Raudhatul Mujawwidin: Disebut Tersetrum, Hotman Paris Bantu

Berikut ini kumpulan fakta kematian Airul Harahap santri di pondok pesantren (Ponpes) Raudhatul Mujawwidin terjadi pada Selasa (14/11) lalu.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Fakta Kematian Airul Santri Ponpes Raudhatul Mujawwidin: Disebut Tersetrum, Hotman Paris Bantu 

SURYAMALANG,COM - Berikut ini kumpulan fakta kematian Airul Harahap santri di pondok pesantren (Ponpes) Raudhatul Mujawwidin terjadi pada Selasa (14/11) lalu.

Ponpes itu berlokasi di Unit 6 Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Akibat kasus yang tak kunjung mendapatkan titik terang, orang tua Airul Harahap pun berangkat ke Jakarta untuk meminta pertolongan pengacara kondang Hotman Paris

Hotman Paris pun marah dan bakal mendampingi orang tua Airul Harahap agar mendapatkan kebenaran atas kematian sang anak. 

Berikut ini rangkuman fakta kematian Airul Harahap selengkapnya:

1. Kronologi Kejadian

Melansir dari Tribunjambi.com, Minggu (17/3/2024) kejadian berawal dari salah satu santri berinisial FRR sekira pukul 18:00 WIB, mengecek toren air di lantai 3 asrama An-Nawawi Ponpes Raudhatul Mujawwidin.

Kemudian FRR menemukan Airul Harahap dalam keadaan telungkup dan kepala sedikit miring serong ke arah kanan serta tangan lurus mengarah ke atas kepala.

"Selanjutnya saksi santri berusaha membangunkan almarhum, namun tidak bangun. Selanjutnya saksi menyampaikan hal tersebut ke anak-anak santri lainnya dan pengurus pondok pesantren," kata Kapolres Tebo, AKBP I Wayan Arta Ariawan, Minggu (17/3/2024).

Fakta Kematian Airul Santri Ponpes Raudhatul Mujawwidin: Disebut Tersetrum, Hotman Paris Bantu
Fakta Kematian Airul Santri Ponpes Raudhatul Mujawwidin: Disebut Tersetrum, Hotman Paris Bantu (Tribunnews)

Baca juga: JS Pengemudi Xpander Tabrak Mobil Porsche Koar-koar Bakal Ganti Rugi Rp 5,7M, Ngaku Kenal Pemiliknya

Baca juga: Viral Cewek Diteror Mantan Ditagih Kembalikan Uang Saat Pacaran, Uang Bensin dan Nonton Diminta Lagi

Kemudian, beberapa santri dan pengurus ponpes memeriksa keadaan korban dan mengangkat korban lalu membawa ke Klinik Rimbo Medical Center Rimbo Bujang.

Berdasarkan pemeriksaan klinik dinyatakan Airul telah meninggal dunia dan disertai surat kematian yang menerangkan penyebab kematian karena kecelakaan atau tersengat arus listrik.

Lalu, korban kembali dibawa ke ponpes untuk disholatkan dan setelahnya pengurus membawa jenazah korban ke rumah duka di Dusun Kumpul Rejo, Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo.

"Namun sebelum sampai ke rumah duka, komunikasi dari orangtua korban, jenazah dibawa dulu ke RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo untuk dilaksanakan visum luar," kata I Wayan.

Pihak kepolisian sempat menyampaikan kepada orangtua korban bahwa penyidik siap jika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat itu, orangtua korban menolak untuk diautopsi karena akan dimakamkan.

Setelah tiga hari kemudian tepatnya pada Jumat, orangtua korban menghubungi penyidik untuk dilakukan autopsi.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved