Derita Maria Melahirkan di Tengah Jalan Gara-gara Rusak Parah, Sempat Kehujanan dan Jalan Kaki 2 Km

Derita Maria melahirkan di tengah jalan gara-gara rusak parah, sempat kehujanan dan jalan kaki 2 km.

Pos Kupang
Maria Mba melahirkan di tengah jalan gara-gara rusak parah, sempat kehujanan dan jalan kaki 2 km. 

SURYAMALANG.COM, - Derita Maria melahirkan di tengah jalan gara-gara akses menuju puskesmas rusak parah terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Wanita hamil bernama Maria Mba (35) itu juga sempat kehujanan setelah jalan kaki 2 km untuk menuju puskesmas. 

Maria Mba kemudian melahirkan di tengah jalan rusak di ruas Jalan Detuleda-Dagegoga, Jumat (22/3/24) siang sekira pukul 13.00 WITA. 

Mengutip POS-KUPANG.COM (grup suryamalang), Maria Mba merupakan warga RT. 005, RW.003, Dusun Nuambalu, Desa Liakutu, Kecamatan Mego. 

Kepala Puskesmas Feondari, Ferdinandus Weu kepada POS-KUPANG.COM membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: Kronologi Pengemis Kaya Roisa di Kediri Meninggal Punya Uang 300 Juta di Rumah, Tersimpan di 50 Tas

Baca juga: Pesan Perpisahan Samuel Rizal untuk Stevie Agnecya, 25 Dokter Bantu Menyembuhkan Hasilnya Nihil

Ferdinandus Weu mengatakan, saat ini petugas kesehatan Puskesmas Feondari sudah berada di lokasi ibu hamil yang melahirkan di tengah jalan

"Sementara petugas sudah pergi input, sekarang belum ada di puskesmas," ujar Ferdinandus Weu Jumat (22/3/24). 

Sebelum kehujanan hingga melahirkan di tengah jalan, Maria Mba sempat berjalan kaki sejauh 2 km dari rumahnya menuju Polindes Liakutu. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Petrus Herlemus menjelaskan, Maria Mba dan suaminya, Bernadus Ruma sudah diedukasi setiap kali pemeriksaan kehamilan untuk nginap di Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Puskesmas Feondari.

"Namun saat ini belum waktunya untuk masuk RTK dan ibu sudah ada tanda-tanda persalinan" jelas Pet Herlemus, Jumat. 

"Keluarga menghubungi bidan melalui inbox FB bahwa ibu sedang sakit mau bersalin. Bidan membalas pesan tersebut tetapi yang menghubungi tidak aktif," lanjut Pet Herlemus.

Baca juga: Sosok Tito Pria Pengangguran Jadi Dokter Gadungan Vonis Hidup Pasien Sisa 2 Hari, Praktek 5 Tahun

Baca juga: Kisah Suti Karno Si Doel Anak Sekolahan Amputasi Kaki Akibat Diabetes, Menyesali Gaya Hidupnya Dulu

Dijelaskan Petrus Herlemus, bidan Puskesmas Feondari sempat membalas dam meminta agar pasien berjalan pelan-pelan menuju puskesmas sambil bidan menuju ke Liakutu. 

Sedangkan di waktu yang bersamaan bidan masih ada kegiatan pendampingan dari dinkes di Puskesmas Feondari.

Bidan belum sampai di rumah pasien, namun pasien sudah berjalan kaki menuju polindes kurang lebih 2 km dari rumah pasien.

"Pasien partus di depan rumah warga, ditolong oleh keluarga," ujar Petrus Herlemus.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved