Breaking News

Ramadhan 2024

Doa Sholat Tasbih, Niat dan Tata Caranya, 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan Menggapai Lailatul Qadar

Doa sholat tasbih, niat dan tata caranya bisa diamalkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan menggapai Lailatul Qadar.

Canva.com/Ilustrasi
Ilustrasi - Doa sholat tasbih, niat dan tata caranya bisa diamalkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan menggapai Lailatul Qadar. 

SURYAMALANG.COM, - Simak doa sholat tasbih yang bisa diamalkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan 2024/1445 Hijriah demi menggapai Lailatul Qadar

Selain doa sholat tasbih, ketahui pula niat sholat tasbih dan tata cara sholat tasbih secara lengkap dan utuh. 

Rasulullah SAW memberikan isyarat secara umum terkait malam Lailatul Qadar yang terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Pada 10 hari bulan Ramadhan yang dimaksud berarti dimulai dari malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29.

Artikel TribunSumsel.com 'Niat Sholat Tasbih Malam Lailatul Qadar 2024 Lengkap Tata Cara'.

Baca juga: Lirik Sholawat Tolaal Latin dan Terjemahannya, Syair Pujian Populer untuk Rasulullah SAW

Salah satu amalan yang bisa dikerjakan pada malam Lailatul Qadar yaitu sholat tasbih.

Sholat tasbih yang dilakukan pada malam hari dikerjakan empat rakaat dengan dua salam.

Dalam pelaksanaan sholat tasbih, umat muslim juga diwajibkan bertasbih.

Tasbih ini akan dibaca pada setiap gerakan sholat dengan jumlah tertentu.

Adapun jumlah keseluruhan tasbih yang harus dibaca oleh umat muslim saat melaksanakan sholat sunnah ini yakni 300 kali.

Sebanyak 300 tasbih itu kemudian dibagi menjadi 75 tasbih dalam setiap rakaat.

Pelaksanaan Sholat Tasbih

Waktu pelaksanaan sholat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk sholat.

Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan sholat tasbih di siang dan malam hari.

Menurut Imam Nawawi, bila sholat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam.

Bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam. Dalam kitab Al-Adzkâr-nya beliau menyatakan:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: Bila sholat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari, maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).

Sholat tasbih dilaksanakan semata-mata mohon keberkahan dan keridhaan Allah.

Ibnu Hajar al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan sebagai berikut:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: Dan (termasuk sholat sunnah) adalah sholat tasbih, yaitu sholat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat. (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., halaman: 203)

Bacaan Niat Sholat Tasbih

1. Berikut ini adalah lafal niat sholat tasbih dengan dua kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT,” 

2. Lafal niat sholat tasbih dengan sekali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih empat rakaat karena Allah SWT.”

Tata cara pelaksanaan sholat tasbih sebagai berikut:

1. Pada dasarnya tata cara pelaksanaan sholat sunnah tasbih tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan sholat-sholat lainnya, baik syarat maupun rukunnya. Hanya saja di dalam sholat tasbih ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.

2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.

3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.

4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.

5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.

6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.

7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.

8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.

Demikian doa sholat tasbih yang bisa diamalkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan 2024/1445 Hijriah demi menggapai Lailatul Qadar

Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved