Berita Viral

Kesaksian Anak Korban Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Datangi Lalu Hasut, Tanya Lokasi Ayah

Terungkap kesaksian anak korban pembunuhan wanita dalam koper yang ternyata sempat didatangi pelaku setelah sang ibu dinyatakan hilang. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Kesaksian Anak Korban Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Datangi Lalu Hasut, Tanya Lokasi Ayah 

SURYAMALANG.COM - Terungkap kesaksian anak korban pembunuhan wanita dalam koper yang ternyata sempat didatangi pelaku setelah sang ibu dinyatakan hilang. 

Sang pelaku bahkan menghasut anak korban dengan menanyakan lokasi ayah agar seolah ibunya pergi dengan ayahnya.

Anak korban, Ayla (22) mengaku bertemu pelaku, Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (28) sehari setelah ibunya dinyatakan hilang. Saat itu Ayla mencari Rini Mariany (50) sang ibu di kantor.

Hal itu diceritakan Ayla di Podcast Deddy Corbuzier, Senin (13/5/2024).

"Dia manipulatif parah. Pertama-tama dia masuk ruangan, lempeng-lempeng aja. Di situ ada aku, ada om sama atasannya mama.

Terus dia nanya 'gimana, udah ada kabar belum bu Rini'?

Muka dia biasa aja, nunjukkin empatinya kayak biasa," cerita Ayla.

"Kamu gak ada curiga?" tanya Deddy Corbuzier.

"Gak ada, gak curiga sama sekali,"

Kesaksian Anak Korban Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Datangi Lalu Hasut, Tanya Lokasi Ayah
Kesaksian Anak Korban Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Datangi Lalu Hasut, Tanya Lokasi Ayah (YouTube)

Baca juga: Viral Turis Korea Diculik & Diminta Tebusan Rp 1,3 M, Berakhir Tewas Dicor di Tong Dibuang ke Waduk

Baca juga: Viral Ibu Lempar Anaknya ke Kandang Buaya, Depresi Disalahkan Suami Karena Melahirkan Anak Difabel

Ayla melanjutkan, Arif swmpat bertanya soal hubungan ayah dan ibu Ayla.

Pelaku saat itu mencoba menghasut anak korban jika pelakunya adalah suami korban yang bernama Ganda Permana (51).

Kesimpulan tersebut diambil lantaran korban, RM (50) sedang proses cerai dengan suaminya.

"Dia nanya-nanya hubungan mama sama papa. Dan kebetulan saat itu Papa memang lagi gak pulang ke rumah.

Papa gak pulang rumah udah daei hari Senin, jadi terhitung 4 hari.

Nah dari situ mungkin jadi cela dia untuk menghasut," lanjut Ayla.

Ayla pun mengaku sempat terhasut oleh perkataan pelaku.

Tidak hanya itu, Arif sang pelaku juga sempat melarang Ayla lapor Polisi.

"Di situ aku udah ngeblank. Gak tahu harus nyari mama ke mana. Akhirnya aku bilang mau lapor Polisi mumpung sebentar lagi 24 jam. Terus dia (pelaku) bilang, 'nanti dulu aja jangan lapor Polisi, mending kamu cari ayah kamu dulu. Siapa tahu sama ayah kamu ," terang Ayla.

Tidak hanya itu, pelaku juga sempat menepuk-nepuk pundak Ayla sambil memberikan empatinya.

"Dia juga nepun pundak aku sambil bilang 'sanar ya',".

Diketahui, korban dibunuh di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (24/4/2024).

Pada Kamis (25/4/2024) pagi, keluarga mendatangi kantor korban dan menanyakan keberadaannya.

Selain melakukan pembunuhan, pelaku juga mengambil uang Rp43 juta yang dibawa korban.

Uang tersebut merupakan uang perusahaan yang akan disetorkan ke bank.

Kesaksian Anak Korban Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Datangi Lalu Hasut, Tanya Lokasi Ayah
Kesaksian Anak Korban Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Datangi Lalu Hasut, Tanya Lokasi Ayah (Tribunnews)

Baca juga: Viral Bayi Dibuang di Cepu, Pesan Orang Tua "Jangan Diadopsi Orang Lain, Saya Percaya Njenengan"

Baca juga: Pilu Nasib Mahesya Putra Korban Tewas Bus SMK, Rela Jadi Kuli Angkut Pasir Demi Ikut Perpisahan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pelaku merupakan rekan kerja korban.

Pelaku menjabat sebagai auditor keuangan, sedangkan korban admin keuangan perusahaan.

Pada Rabu (24/4/2024) sekitar pukul 09.51 WIB, pelaku mengajak korban ke sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat.

Di hotel tersebut korban konon disetubuhi dan dibunuh.

"Betul (uang perusahaan yang akan disetorkan korban). Yang diambil Rp 43 juta," paparnya, Kamis (2/5/2024).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Mahenu, menyatakan motif pembunuhan lantaran pelaku membutuhkan uang untuk resepsi pernikahan.

"Ada motif kebutuhan ekonomi karena pelaku mau menikah," ucapnya.

 

Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved