Kisah Akri Patrio Beda Nasib dengan Eko dan Parto, Dulu Pelawak Kini Ngisi Acara Sampai Jam 2 Pagi

Kisah Akri Patrio beda nasib dengan Eko dan Parto, dulu sama-sama pelawak, hidupnya berubah setelah main sinetron, kini ngisi acara sampai jam 2 pagi.

Youtube Tribun Sumsel
Akri Patrio (kiri) beda nasib dengan Eko dan Parto, dulu sama-sama pelawak, kini ngisi acara sampai jam 2 pagi. 

SURYAMALANG.COM, - Kisah Akri Patrio beda nasib dengan Eko dan Parto yang dulu sama-sama pelawak membuat sosoknya cukup menarik. 

Akri, Eko dan Parto dikenal sebagai grup lawak Patrio yang populer dibentuk pada 10 Oktober 1994 dan tenar lewat acara televisi Ngelaba di stasiun TPI (kini MNCTV) hingga tahun 2008.  

Saat ini meski ketiganya jarang muncul bersama-sama, namun hubungan Akri, Eko dan Parto tetap terjalin baik seperti keluarga. 

Di tengah kesibukan masing-masing, Akri mengambil jalur yang cukup berbeda dari kedua rekannya, Eko dan Parto yang kadang masih melawak atau jadi presenter di televisi. 

Akri saat ini diketahui banting setir menjadi pendakwah.

Tidak asal terjun sebagai pendakwah, pria berusia 55 tahun itu ternyata memiliki dasar agama yang kuat.

Akri sempat menimba ilmu di pesantren lalu menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiah Nurul Huda.

Selanjutnya, Akri melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri III Pondok Pinang kemudian menjadi siswa Madrasah Aliyah Anwarul Hidayah, Pandeglang.

Belum selesai, Komedian bernama lengkap Muhammad Akri Falaq itu melanjutkan pendidikannya di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Baca juga: Reaksi Ramadani Anak Mantan Bupati Dituduh Terlibat Kasus Vina Buntut Ucapan Hotman Paris: Mirip?

Akri mulai terjun ke dunia dakwah setelah berperan sebagai Ustaz Ferry di sinetron Para Pencari Tuhan.

"Yang ngundang ane bukan untuk ngelawak, untuk dakwah," kata Akri di YouTube Denny CagurTV pada (11/5/2020) silam.

Akri pun menceritakan pengalaman menyentuh hati ketika berdakwah di pagi dini hari. 

Sahabat Eko dan Parti itu mengaku kaget karena masih banyak jemaah yang setia mendengarkan ceramah. 

"Ane pernah loh setengah 2 masih ceramah, baru naik malah. Itu jemaah Masya'Allah, penuh jemaah," kenang Akri.

Akri pun enggan menyombongkan kemampuannya dalam berdakwah dan lebih memilih membuat orang tertawa daripada benar.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved