Kronologi Kejahatan Komplotan Polwan Tipu Petani 598 Juta, Dijamin Lolos Polisi Malah Dijadikan ART

Kronologi komplotan polwan tipu petani Rp 598 juta, anak dijamin lolos polisi ternyata malah jadi ART, sempat menolak akhirnya kena.

Youtube Kompas TV Sukabumi
Ilustrasi Polwan (kiri), Carlim Sumarlin (kanan) korban. Komplotan polwan tipu petani Rp 598 juta, anak dijamin lolos polisi ternyata malah jadi ART, sempat menolak akhirnya kena. 

SURYAMALANG.COM, - Kejahatan komplotan polwan tipu petani Rp 598 juta dengan jaminan anak lolos seleksi polisi terkuak. 

Alih-alih jadi polisi, anak petani di Subang, Jawa Barat tersebut malah jadi Asisten Rumah Tangga alias ART. 

Sosok polisi wanita alias polwan yang menipu petani itu berinisial YFN sedangkan petani yang jadi korban adalah Carlim Sumarlin (56).

Bersama komplotannya, YFN menjanjikan anak korban bernama Teti Rohaeti akan lolos seleksi polwan tanpa tes pada 2016 lalu.

Akibat perbuatannya, Polda Metro Jaya memastikan YFN telah dipecat atau dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) 

YFN dipecat setelah terbukti melakukan pemalsuan surat telegram rahasia (TR) atas kasus penipuan Rp 598 juta terhadap Carlim Sumarlin.

Carlim Sumarlin adalah seorang petani warga Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang. 

Menceritakan kasus penipuan yang dialaminya, Carlim Sumarlin mengaku diminta menyerahkan uang Rp 598 juta sebagai 'uang pelicin' agar putrinya bisa diterima menjadi anggota polisi wanita (polwan).

Bahkan Carlim telah menyerahkan uang tersebut kepada pihak yang berjanji dapat meloloskan sang anak untuk menjadi anggota Polri.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Egi Disebut Otak Pembunuhan Vina, Tempat Persembunyian hingga Profesi Terkuak

Menurut Carlim Sumarlin, dua diantara pelaku merupakan anggota Polri aktif.

Sementara, satu orang lainnya merupakan mantan anggota Polri yang diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH).

Carlim mengatakan uang sebesar Rp 598 juta merupakan hasil penjualan sawah dan kebunnya.

Kronologi kejadian terjadi pada tahun 2016 lalu saat Carlim didatangi oleh Asep Sudirman, mantan anggota Polri yang merupakan tetangga kampungnya.

"Awalnya saya kan tidak ada minat anak saya daftar polisi, datanglah Bapak Tarya dan Pak Asep yang mengiming-imingi suruh anak masuk ke kepolisian,” kata Carlim dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV (grup suryamalang) Selasa (21/5/2024). 

Kala itu, lanjut Carlim, dirinya menolak karena merasa tidak memiliki uang untuk mendaftar.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved