Pengakuan Egi Bikin Ibunya Nangis, Kartini Pesan Lebih Baik Mati Daripada Dipaksa Ngaku Bunuh Vina

Pengakuan Egi bikin ibunya nangis, Kartini pesan lebih baik mati disiksa daripada dipaksa ngaku bunuh Vina.

|
Ist via TribunTimur/Youtube TRIBUNWOW OFFICIAL
Pengakuan Egi bikin ibunya nangis, Kartini (kiri) pesan lebih baik mati disiksa daripada dipaksa ngaku bunuh Vina. 

SURYAMALANG.COM, - Jawaban dan pengakuan Egi di depan ibunya cukup memilukan setelah pria yang diduga sebagai otak pembunuhan Vina itu ditangkap. 

Pegi Setiawan alias Egi alias Perong membuat ibunya, Kartini (48) tidak berhenti meneteskan air mata ketika bertemu anaknya di Mapolda Jabar. 

Satu pesan penting yang disampaikan Kartini kepada Egi adalah lebih baik mati disiksa daripada mengaku membunuh Vina dan Eky.

Pegi Setiawan alias Egi ditangkap polisi pada Selasa (21/5/2024) di Bandung. 

Lalu Kartini menyambangi anaknya di Polda Jabar pada Rabu (22/5/2024) atau sehari setelah penangkapan.

Kartini kemudian baru bisa diwawancarai di kantor kuasa hukum Pegi di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Saat menceritakan pertemuannya dengan Egi, Kartini tak kuasa menahan haru dan memberikan pesan untuk menguatkan anaknya agar tetap teguh dalam pendirian.

"Ya, kemarin saya mengunjungi anak kandung saya Pegi Setiawan setelah mendapat kabar dari Ibu Yanti (majikan sekaligus kuasa hukum Pegi) bahwa anak saya ditangkap polisi," ujar Kartini, Kamis (23/5/2024).

Baca juga: Nomor WA Hotman Paris Diabaikan Ayah Eky, Pengacara Vina Heran Apa yang Ditakutkan: Anda Polisi Pak

Kartini, istri dari Rudi (55) mengingatkan agar Egi selalu berkata jujur sesuai dengan apa yang dialaminya.

"Jika memang kamu tidak melakukan perbuatan itu, walaupun dipaksa untuk mengaku, jangan sampai mengatakan iya" terang Kartini

"Meskipun wajahmu sampai bonyok atau bahkan sampai mati," ucap Kartini.

Dalam pertemuannya itu, Egi sempat menyampaikan permintaan maaf kepada sang ibu kalau-kalau hari itu adalah perjumpaan terakhir mereka.

"Pegi minta maaf kalau pertemuan ini yang terakhir. Pegi minta maaf ke Mamah dan Bapak," jelas Kartini menirukan ucapan Egi

Kepada ibunya, Pegi mengaku hanya menjadi korban dari kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Biarin Pegi jadi tumbal orang-orang penting, pejabat. Pegi kan tidak melakukan apa-apa. Seandainya jika Pegi mati pun, Pegi mati syahid," kata Pegi kepada Kartini.

Baca juga: Nasib Tragis Aldelia Bocah SD Dibakar Teman hingga Tewas, Sering Dibully di Sekolah, Orang tua Pergi

Kartini juga menegaskan saat peristiwa tragis pembunuhan Eki dan Vina terjadi pada tahun 2016, Pegi tidak ada di Cirebon.

"Pada 27 Agustus 2016, Pegi sudah bekerja di Bandung menjadi kuli bangunan dan saat kejadian itu terjadi, Pegi tidak ada di Cirebon," terang Kartini

Menurut Kartini, Egi mulai bekerja di Bandung tiga bulan sebelum kasus pembunuhan tersebut terjadi dan baru kembali ke Cirebon empat bulan kemudian, tepatnya pada bulan Desember 2016.

Pegi pun juga sempat berpesan kepada Kartini sebelum ibunya pulang dari Mapolda. 

"Anak saya berpesan, 'Jikalau mama nanti pulang, kalau saya tidak ada umur saya minta maaf, saya rela dan ikhlas ma jadi tumbal anak orang yang berpangkat'," kata Kartini menirukan ucapan Egi

"Saya enggak apa-apa mati syahid, saya tanggung dosa orang yang punya, saya orang yang enggak punya, gak apa-apa," imbuh Kartini lagi. 

Baca juga: Pengakuan Aep Saksi Mata Vina Diserang Geng Motor, Bantu Ayah Eky Tangkap Pelaku: Saya Kabari

Kartini ibu Pegi alias Egi alias Perong DPO kasus Vina yang ditangkap
Kartini ibu Pegi alias Egi alias Perong DPO kasus Vina yang ditangkap (Youtube TRIBUNWOW OFFICIAL)

Mendengar pesan pilu anaknya, air mata Kartini seketika tumpah dan menangis terisak. 

Kartini pun meminta agar Pegi tidak berpikir seperti itu apalagi mengatakan hal-hal seperti tadi. 

"Saya peluk anak saya sampai nangis saya, jangan ngomong gitu, Allah maha tahu, Allah maha besar, Allah maha mendengar" ungkap Kartini

"Apa yang tidak pernah kamu lakukan, sampai saya memeluk sekencang-kencangnya anak saya sampai saya mau pulang dari Polda ke Cirebon" imbuh Kartini

"Saya sakit hatinya mendengar anak saya difitnah begitu kejam," tambah Kartini.

Kartini mengatakan, Pegi merupakan tulang punggung di keluarga yang menghidupi adik-adiknya. 

Di hadapan Kartini, Pegi pun bersumpah tidak pernah melakukan perbuatan keji terhadap Vina dan Eky. 

"Adik perempuannya yang bontot sampai nangis dia. Enggak mau makan, apa salah Aa (kakak). Aa orang baik, tapi polisi tetap bilang Pegi adalah pelaku utamanya" ungkap Kartini

"Di mata saya, Pegi baik dan jujur walaupun anak saya jelek," pungkas Kartini.

Seperti diketahui, kasus Vina belum tuntas sebab masih ada pelaku yang buron. 

Vina yang saat itu berusia 16 tahun dan kekasihnya Eky dianiaya 11 orang anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/8/2016) malam.

Delapan orang sudah diadili dan satu di antaranya sudah bebas. 

Sementara itu satu dari tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) telah ditangkap, yakni Pegi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abast mengatakan penangkapan Pegi dilakukan oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar dan saat ini masih diperiksa intensif di Polda Jabar.

“Diduga Pegi menjadi otak pemerkosaan dan pembunuhan Vina delapan tahun yang lalu,” ujar Jules.

(TribunJabar.id)

Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved