Kisah Norlichan Siswi SMA Pulang Pergi Malaysia-Indonesia Setiap Hari Demi Sekolah, Rutin Sejak SD

Kisah Norlichan siswi SMA pulang pergi Malaysia-Indonesia setiap hari demi ke sekolah, rutin sejak SD kini naik motor sendirian.

KOMPAS.com/Dinda Aulia Ramadhanty
Norlichan (kanan) siswi SMA pulang pergi Malaysia-Indonesia setiap hari demi ke sekolah, rutin sejak SD kini naik motor sendirian. 

Setelah memastikan semua sudah siap dan rapi, Norlichan lantas berangkat ke arah titik nol Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang yang berjarak sekitar 10 menit dari rumahnya. 

"Sekolahnya kalau dari Serikin ke SMA tuh, kan masuk sekolah pukul 07.00 WIB. Kalau mau berkisar di pukul 06.30 WIB," tutur Norlichan.

Norlichan pun kini sudah diperbolehkan mengendarai motor dari rumahnya ke sekolah dengan jarak 30 menit. 

"Dulu kan dianter mama, baru mulai bawa motor sendiri sekitar kelas delapan," terang Norlichan. 

Baca juga: Permintaan Ayah Azizah Salsha pada Pratama Arhan Fokus Timnas Saja, Andre Rosiade: Harus Lapang Dada

Lebih lanjut, Norlichan menyebut kehadiran PLBN ini membuat mobilisasinya menuju sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. 

"Dulu di sini kan belum ada PLBN, jadi ini (pos) belum jadi juga. Ini sudah semak-semak kayak gitu lah, dulu jalan juga enggak kayak gini, banyak batu-batuan," jelas Norlichan

"Jadi semenjak tahun 2022 (PLBN) sudah jadi ini kan, jadinya kayak gini (semakin) bagusnya," tambah Norlichan.

Menurut Norlichan, dirinya harus sudah meninggalkan Indonesia pada pukul 16.00 WIB. 

Pembatasan waktu itu karena layanan operasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hanya dibuka hingga pukul 16.00 WIB.

Sedangkan Norlichan menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai pukul 07.00-14.30 WIB. 

Norlichan mengaku selalu pulang sebelum langit gelap meski ada tugas sekolah atau kerja kelompok.  

"Enggak (enggak pernah nginep) di Indonesia," ungkap Norlichan mengutip Kompas.com.

Setiap hari, setelah bel sekolah berbunyi, Norlichan langsung bergegas kembali ke rumah.

Perjalanan dari sekolah ke rumahnya yang memakan waktu sekitar 30 menit dengan jarak belasan kilometer itu membuatnya juga tidak bisa berlama-lama di Indonesia. 

Meski demikian, Norlichan mengaku perrnah tiba di PLBN Jagoi Babang pukul 16.10 WIB, atau telat 10 menit setelah layanan lintas negara ditutup.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved