Berita Malang Hari Ini
Aktor Reza Rahadian Jadi Keynote Speaker di Kick Off Program BASIS di FH UB Malang
Aktor Reza Rahadian yang merupakan Goodwill Ambasador YAPPIKA hadir sebagai keynote speach di Kick Off Program BASIS FH Universitas Brawijaya Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Aktor Reza Rahadian yang merupakan Goodwill Ambasador
Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat (YAPPIKA) hadir sebagai keynote speach di Kick Off Program BASIS (Building on Enabling Enviroment and Strong Civil Society di Indonesia).
Kegiatan dilaksanakan di gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Rabu (28/8/2024) bekerjasama dengan Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia (SEPAHAM) Indonesia.
Acara ini bertujuan memperkenalkan program BASIS kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk
perwakilan pemerintah nasional dan lokal, OBH, dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dengan fokus khusus pada orang muda.
Wakil Rektor II UB, Prof Dr M Ali Safaat SH MH dalam sambutannya menyambut baik program ini di UB.
"Kami sadari, hak asasi manusia melekat di setiap manusia. Tapi fakta menunjukkan dalam banyak kasus, ternyata membawa perubahan terhadap masyarakat lokal dengan pembangunan," kata Ali.
Maka dalam proses pembangunan harus direncanakan dan dilaksanakan dengan demokratisasi.
Dimana ada ruang untuk masyarakat sipil. Sehingg mereka bisa bernegosiasi dengan kepentingan negara dan pemilik modal.
Sedang Reza menyatakan aktif di YAPPIKA sejak sembilan tahun lalu.
Namun ia mengaku kiprahnya mungkin baru diketahui masyarakat ketika aksi mengawal keputusan MK pekan lalu bersama mahasiswa.
"Anak muda juga berperan penting dalam mengarahkan demokrasi di Indonesia. Kita bisa lihat sejarah kita di reformasi 1998. Gerakan mahasiswa dan gerakan akhir-akhir ini menjadi contoh bahwa gerakan mahasiswa, orang muda, masyarakat sipil adalah sebuah suara hati. Bukan sebuah ancaman," kata Reza dalam keynote speach-nya.
Ia berharap dalam kondisi itu tidak mudah terjebak dalam upaya manipulasi, polarisasi yang dibenturkan antar masyarakat sipil ketika mencoba menyampaikan aspirasi mereka.
"SDG's dan demokrasi memiliki kebutuhan yang saling melengkapi dalam konteks Indonesia. Demokrasi jadi katalisator pencapaian SDG's," kata aktor ini.
Salah satu tantangan yang dihadapi hari ini adalah kesempatan kerja.
Dimana ada lonjakan tinggi pada pengangguran terbuka di kalangan muda.
Riza Abdali, Civil Society Specialist YAPPIKA menambahkan dalam program BASIS, pihaknya mengembangkan atau meregenerasi gerakan masyarakat sipil dan juga berusaha melindungi ruang luas masyarakat sipil dalam konteks demokrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Reza-Rahadian-YAPPIKA.jpg)