Breaking News
Senin, 1 Juni 2026

LIPSUS Pilkada Malang Dongkrak UMKM

Nurrochman dan Firhando Pilih Cetak Alat Peraga Kampanye di Kota Batu

Bapaslon Nurrochman-Heli Suyanto dan Firhando Gumelar-Rudi memilih mencetak APK di percetakan Kota Batu.

Tayang:
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Firhando Gumelar dan Rudi. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Bakal pasangan calon (bapaslon) Pemilihan Wali (PIlwlai) Kota Batu sudah mempersiapkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang akan digunakan untuk berkampanye.

Bapaslon Nurrochman-Heli Suyanto dan Firhando Gumelar-Rudi memilih mencetak APK di percetakan Kota Batu.

Tim Komunikasi Digital Paslon Nurrochman-Heli, F. Riski Agrida mengaku menggunakan percetakan di Desa Oro Oro Ombo untuk mencetak banner, kalender, contoh surat suara, stiker, dan sebagainya.

"Kualitasnya tidak kalah dari luar Kota Batu. Kami ingin memberdayakan usaha UMKM di Kota Batu. Kalau di Kota Batu ada, kenapa harus pilih luar Kota Batu," kata Riski kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/9).

Riski menyebutkan tim pemenangan Nurrochman-Heli juga akan mencetak APK di percetakan lain di Kota Batu secara bergiliran. "Kami ingin semua ikut terlibat, sehingga dapat menggerakan perekonomian percetakan di Kota Batu," ujarnya.

Hal senada disampaikan tim pemenangan Gum-Rudi, Fide Abraham. Menurut Fide, bapaslon Gum-Rudi juga memilih percetakan di Kota Batu untuk mencetak APK yang digunakan sebelum pendaftaran maupun saat masa kampanye nanti.

"Kami pesan banner, baliho, billboard, kaus, dan sebagainya di Kota Batu. Ini untuk mendongkrak dan pemberdayaan pelaku usaha di Kota Batu agar geliat dan euforia Pilkada dirasakan bukanya hanya oleh pemilih tapi juga pelaku usaha," ujar Fide.

Dalam pesta demokrasi lima tahunan ini, bukan hanya UMKM yang mendapat keuntungan, tapi juga perusahaan periklanan yang mendapat pesanan reklame. Pemerintah juga mendapat keuntungan dari pemasangan papan reklame atau APK yang membayar pajak.

Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Merdeka (Unmer), Roby Nur Akbar mengatakan ekonomi bergerak selama event Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Bahkan perputaran uang selama Pilkada sangat besar sehingga berpotensi terjadi inflasi.

Harga barang akan melambung tinggi seiring permintaan yang tinggi. Tapi setelah proses Pilkada selesai, harga akan kembali normal. "Itu biasa di dalam ekonomi. Jika ada gejolak, pasti karena ada event sehingga akan terjadi inflasi," kata Roby.

Menurutnya, UMKM menyelamatkan ekonomi Indonesia. Roby berharap bapaslon tidak hanya memanfaatkan UMKM ketika dalam event Pilkada.

"Calon juga harus punya visi untuk menjadikan UMKM sebagai embrio ekonomi daerah atau negara. Karena kemampuan bertarung sektor ekonomi ini lebih kuat dibandingkan sektor lain. Jadi, gunakan UMKM sebagai upaya menjaga elektabilitas calon juga," terangnya.(Dya Ayu/Sylvianita Widyawati)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved