Berita Malang Hari Ini
Universitas Negeri Malang Gelar Seminar Tentang Kesehatan Mental
Seminar tentang kesehatan mental digelar Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (17/9/2024)
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Seminar tentang kesehatan mental digelar Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (18/9/2024) bertema "Menjalani Kuliah dengan Bahagia, Meniti Masa Depan Penuh Makna" di Gedung Sasana Budaya.
Kegiatan ini dalam rangka menyemarakkan Lustrum ke XIV dan dies natalis ke 70 UM. Rektor UM Prof Hariyono MPd membuka acara yang dihadiri siswa SMA, SMK dan mahasiswa ini.
"Kampus itu ingin memiliki suasana kehidupan dan belajar yang maksimal. Maka proses pembelajaran tidak akan bisa maksimal kalau masih ada keluarga besar UM, dosen, tendik dan mahasiswa yang tidak memiliki kesehatan mental," kata Rektor pada wartawan usai membuka acara.
Menurutnya, kesehatan mental bukan sesuatu yang statis namun dinamis.
Untuk itu perlu merawat kesehatan mental agar di dalam proses kehidupan yg makin penuh tantangan ini bisa disikapi secara positif.
Alasan mengundang siswa SMA dan SMK karena mereka perlu dikenalkan bahwa kesehatan mental bukan problem orang dewasa. Namun juga remaja.
"Sehingga ketika mereka sudah mengenal kesehatan, maka peluang kita untuk menjadi orang yang sukses menjadi sangat tinggi," kata Rektor.
Menurutnya, mental sakit tak hanya fisik saja. Namun juga mental sosial. Sebab akhir-akhir ini ada problem korosi sosial dan relasi sosial yang tidak lagi positif. Maka antisipasi itu, apa yang harus dilakukan.
Dilanjutkannya, akal pikir manusia bisa merubah mental positif. Orang yang berpikir bahagia dan ada informasi di otak, maka dan berlanjut ke sel-sel. Sehingga keluar hormon poaitif.
"Maka kebahagiaan dari pikiran kita," tandasnya.
Acara itu menghadirkan dua narasumber Dr Hetti Rahmawati SPsi MSI, dosen Fakultas Psikologi UM yang juga dikenal sebagai Ketua Pusat BK, Karier, Kewirausahaan LPPM UM dan dr Aziza Matinu Karima SpKJ.
Acara dipandu oleh Dewi Fatmasari Edy SPsi MA sebagai moderator. Sedang Hetti menyatakan dalam kehiduoan sehari-hari tidak sepenuhnya diisi kegiatan akademik.
"Masih ada sisa waktu bersenang, ibadah dan lainnya. Betapa menyatu antara kesehatan fisik dan mental karena saling mendukung."
"Maka jaga sehat sebelum sakitmu. Meski tak ada gangguan mental pada diri kita, paling tidak harus berjuang kesehatan diri," kata Hetti.
Di rentang usia remaja (17-24 tahun), adalah masa mengalami ketidakseimbangan emosi. Dimana antara harapan dan realita berubah.
Akhirnya timbul stres gejala ringan. Tapi jika tidak ada solusi, maka akan ada kecemasan menyeluruh atau depresi.
Ada hubungannya sebagai mahasiswa dan calon mahasiswa mengalami ini karena ada masa peralihan cara belajar di SMA dengan masa SMA.
Jika tidak diarahkan dengan baik, maka akan berdampak pada masa kuliah. Gangguan mental ringan sampai berat harus ada penangangan yang benar.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Suasana-seminar-kesehatan-mental-di-gedung-Sasana-Budaya-Universitas-Negeri-Malang.jpg)