Sabtu, 25 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kasus Kekerasan Makin Banyak dan Makin Kompleks

Para narasumber memberikan keterangan di akhir kegiatan Konferensi Pengetahuan dari Perempuan IV di Universitas Brawijaya, Kamis (19/9/2024).

|
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Para narasumber di akhir kegiatan Konferensi Pengetahuan dari Perempuan IV di Universitas Brawijaya, Kamis (19/9/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Akhir kegiatan Konferensi Pengetahuan dari Perempuan ke IV di Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) Malang ditutup oleh Andi Kurniawan SPi MEng DSc, Wakil Rektor IV UB, Kamis (19/9/2024).

Ia menyatakan di era perkembangan teknologi sudah di luar imajinasi, yaitu ada problem etika.

"Ada ruang hampa. Termasuk kesetaraan gender. Maka kita harus kembali ke karsa budi," katanya.

Maka dengan kehalusan budi, bisa menopang peradaban yaitu perempuan. Banyak pengorbanan dilakukan perempuan termasuk saat mengandung anak dan menjaga kesejahteraan bayinya.

Ia menyebut sebanyak 75 persen mahasiswa UB adalah wanita. Dan setiap wisuda, yang terbaik-baik juga kebanyakan wanita. Artinya ada ruang bagi wanita untuk berekspresi.

Pada wartawan usai kegiatan, Andy Yentriyani, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menjelaskan selama kegiatan konferensi di UB, banyak hal yang dibahas dalam 12 panel diskusi yang bisa merefleksikan penanganan dan pemulihan korban kekerasan.

"Kasus-kasus kekerasan makin banyak dan makin kompleks," kata Andi.

Dengan berkonferensi juga bisa membangun hubungan lintas sektor agar bisa menghapus kekerasan pada perempuan.

Sedangkan Maharani Pertiwi, akademisi UB dari Prodi Magister Kajian Gender menambahkan bahwa dengan berbagi pengalaman di konferensi juga membuatnya mudah memberikan pembelajaran.

Dosen UI dari Prodi Magister Kajian Gender, Mia Siscawati menyatakan paling penting dari konferensi ini adalah kata pengetahuan.

Sebab sejak awal konferensi ingin merekognisi semua pihak yang menangani, mengatasi, mencegah kekerasan pada perempuan.

"Ada satu ruang dialog yang dapat digunakan untuk memperbaiki, mencegah, menangani kekerasan berbasis gender," katanya.

Hasil atau rekomendari dari konferensi akan disampaikan pada pemangku kebijakan.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved